Tim Dosen UNUGHA Ajarkan Petani Sulap Kulit Jagung Jadi Pupuk dan Biopestisida

  • 20 Agt 2026 11:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap - Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap mendorong petani di Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari, memanfaatkan limbah kulit jagung menjadi produk pertanian bernilai guna. Upaya tersebut dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat dengan mengembangkan kulit jagung menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan biopestisida.

Program pengabdian tersebut dilaksanakan oleh dosen UNUGHA Cilacap, Ichya Musytafizur Ziqri, S.T., M.Si., Arnesya Ramadhani, S.T., M.T., dan Anisha Dian Iswahyuni, S.T., M.Sc. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Happy Ayu Puspa Sari dan Destiana Zalza Wulan Nabila.

"Berbagi ilmu, membangun petani lebih maju! Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap sukses melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari. Kami berfokus pada Pemanfaatan Limbah Pertanian (Kulit Jagung) Menjadi Pupuk Organik Cair dan Biopestisida untuk memajukan potensi lokal secara berkelanjutan," kata Ichya Musytafizur.

Selama ini, limbah kulit jagung atau klobot masih kerap dibakar maupun dibiarkan menumpuk di sekitar lahan pertanian. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan polusi udara serta menjadi tempat berkembangnya hama tanaman.

Melalui program tersebut, petani mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk mengolah limbah kulit jagung menggunakan teknologi tepat guna. Kulit jagung dicacah hingga berukuran kecil, kemudian dicampur dengan bioaktivator, molase, dan air sebelum difermentasi secara anaerob selama 14 hingga 21 hari.

Setelah proses fermentasi selesai, cairan disaring dan dapat dimanfaatkan sebagai POC untuk membantu pertumbuhan vegetatif tanaman. Sementara itu, kulit jagung juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan biopestisida alami melalui teknik maserasi dan penyulingan sederhana.

Para petani terlihat antusias mengikuti setiap tahapan praktik, mulai dari pemilahan bahan, pembuatan starter fermentasi hingga simulasi pengemasan produk. Inovasi tersebut dinilai dapat membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus memanfaatkan limbah pertanian yang sebelumnya kurang bernilai.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pupuk secara mandiri. Kelompok tani juga berpeluang mengembangkan POC dan biopestisida berbahan kulit jagung dalam kemasan komersial sehingga dapat menjadi bagian dari unit usaha ekonomi kreatif desa.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut merupakan bagian dari program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk Tahun Pendanaan 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....