Setda Purbalingga Gelar Simulasi Kebakaran, ASN Dilatih Hadapi Api

  • 14 Agt 2026 15:58 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga – Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga menggelar edukasi dan simulasi penanganan kebakaran ringan bagi aparatur sipil negara (ASN). Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Setda Purbalingga, sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.

Kegiatan tersebut menghadirkan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Purbalingga. Selain mendapatkan edukasi mengenai penyebab dan klasifikasi kebakaran, sejumlah pejabat dan ASN juga mempraktikkan teknik pemadaman api menggunakan metode sederhana maupun Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga, Herni Sulasti, mengatakan simulasi menjadi langkah antisipatif untuk meningkatkan keberanian dan ketenangan pegawai ketika menghadapi kondisi darurat. Edukasi juga diberikan agar masyarakat lebih bijak dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Kami mengundang Tim Pemadam Kebakaran Satpol PP Purbalingga untuk memberikan edukasi dan simulasi penanganan kebakaran ringan. Ini sebagai bentuk antisipasi, terlebih saat ini memasuki musim kemarau, termasuk bagaimana kita bersikap bijak ketika membakar sampah dan mencegah api agar tidak merembet," kata Herni.

Menurut Herni, kemampuan dasar menangani kebakaran penting dimiliki setiap orang, termasuk perempuan yang berpotensi menghadapi kebakaran di lingkungan rumah tangga. Ia menilai simulasi memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya menjaga ketenangan ketika menghadapi api.

"Ternyata kalau kita tenang, api itu tidak langsung terasa panas seperti yang kita bayangkan. Mudah-mudahan pelatihan ini memberikan kami keberanian dan keyakinan untuk tetap tenang ketika menghadapi api," ujarnya.

Dalam edukasi tersebut, petugas Damkar menjelaskan sejumlah langkah pencegahan kebakaran, termasuk pentingnya memperhatikan kondisi instalasi listrik. Peserta juga diingatkan untuk segera mencari sumber api apabila menemukan asap agar kebakaran dapat ditangani sejak awal.

Petugas turut mengenalkan perbedaan api terbuka dan api tertutup serta klasifikasi kebakaran. Api kelas A berasal dari benda padat, kelas B dari benda cair, kelas C berkaitan dengan listrik, sedangkan kelas D berasal dari logam.

"Jangan sampai kita salah menggunakan alat pemadam. Jenis api berbeda membutuhkan cara dan media pemadaman yang berbeda pula," kata petugas Damkar.

Peserta juga mempraktikkan penanganan kebocoran LPG dan penggunaan APAR. Dalam simulasi, petugas menjelaskan sejumlah tindakan yang perlu dihindari, termasuk menyiram air pada minyak yang terbakar karena dapat menyebabkan api semakin menyebar.

Melalui kegiatan tersebut, Setda Purbalingga berharap ASN memiliki pengetahuan dasar untuk mencegah dan menangani kebakaran ringan. Kesiapsiagaan dan ketenangan saat menghadapi kondisi darurat diharapkan dapat mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....