Berdayakan Perempuan Nelayan, UMP Kembangkan Ekonomi Biru di Cilacap
- 16 Agt 2026 19:34 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap - Perempuan nelayan di Kampung Sentolo Kawat, Cilacap, mendapat pelatihan pengolahan pangan dan pemanfaatan limbah ikan untuk mendukung ekonomi keluarga. Kegiatan yang digelar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi kawasan pesisir melalui pendekatan ekonomi biru.
Program tersebut berlangsung di Kampung Sentolo Kawat, Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. Kegiatan merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang mendapat hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026.
Tim pengabdian UMP melibatkan dosen dari sejumlah bidang keilmuan, yakni Itsna Nurrahma Mildaeni, M.A. dari Program Studi Psikologi, Dr. Endar Puspawiningtyas, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Kimia, serta Mukti Agung Wibowo, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Sipil. Sejumlah mahasiswa juga dilibatkan dalam pelaksanaan program tersebut.
Anggota Tim Pengabdian, Dr. Endar Puspawiningtyas, mengatakan kegiatan menyasar perempuan nelayan karena kelompok tersebut memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga.
Kegiatan diawali dengan pelatihan peningkatan kesadaran dan penguatan mental. Peserta diajak mengenali potensi diri dan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar serta melihat peluang yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
“Melalui pelatihan ini, peserta didorong untuk mengenali potensi diri dan sumber daya di lingkungan sekitar, membangun kepercayaan diri, serta meningkatkan kesadaran mengenai peluang pengembangan potensi lokal sebagai aktivitas produktif,” ujarnya.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan diversifikasi makanan olahan. Peserta mendapatkan keterampilan mengolah bahan pangan menjadi produk yang lebih beragam dan memiliki nilai tambah.
Menurut Endar, pelatihan tersebut menjadi tahap lanjutan setelah peserta mendapatkan penguatan mental dan kepercayaan diri. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif untuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada 31 Juli 2026 melalui pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah ikan. Pelatihan tersebut mengenalkan cara mengolah limbah yang berpotensi mencemari lingkungan menjadi produk yang dapat dimanfaatkan.
“Peserta diperkenalkan pada proses pengolahan limbah ikan yang berpotensi menjadi persoalan lingkungan menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna,” katanya.
Endar mengatakan diversifikasi makanan dan pengolahan limbah ikan menjadi POC memiliki keterkaitan dalam pengembangan keterampilan perempuan nelayan. Pengolahan pangan diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi bahan lokal, sedangkan pemanfaatan limbah ikan menjadi POC menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah di kawasan pesisir.
Ketua Tim Pengabdian UMP, Itsna Nurrahma Mildaeni, mengatakan pemberdayaan perempuan nelayan tidak cukup hanya melalui pelatihan keterampilan. Penguatan mental dan kepercayaan diri juga diperlukan agar peserta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kami berharap program ini dapat membekali perempuan nelayan dengan keterampilan dasar yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Selain keterampilan, penguatan mental juga penting agar para perempuan nelayan memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya,” ujarnya.
Program tersebut menggunakan pendekatan ekonomi biru dengan memanfaatkan sumber daya pesisir sekaligus memperhatikan aspek lingkungan. Pengolahan makanan dan pemanfaatan limbah ikan menjadi POC menjadi bagian awal dari upaya menghubungkan potensi pesisir dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain pelatihan, UMP juga mulai menginisiasi pengembangan wisata panorama pesisir di kawasan tersebut. Pengembangan wisata berbasis masyarakat itu diharapkan dapat membuka peluang keterlibatan perempuan nelayan dalam kegiatan ekonomi lokal.
Pengembangan tersebut diarahkan agar kegiatan ekonomi di kawasan pesisir tidak hanya menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat, tetapi juga tetap memperhatikan pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....