Olah Sampah Dapur Jadi Pakan dan Pupuk, Dosen UMP Juara Lomba Aisyiyah Berkemajuan
- 12 Agt 2026 11:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Mengelola sampah dapur menjadi pakan ternak dan pupuk menjadi salah satu gagasan yang mengantarkan dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Titik Wahyuningsih, S.S., M.Hum., meraih juara pertama Lomba Profil Perempuan Aisyiyah Berkemajuan. Gagasan tersebut disampaikan Titik saat menjawab pertanyaan tentang ketahanan pangan dan Qaryah Thayyibah pada babak final lomba.
Lomba tersebut digelar di Aula Syamsuhadi Irsyad UMP. Kompetisi ini menjadi ajang untuk menampilkan perempuan Aisyiyah yang memiliki gagasan, inovasi, serta kontribusi di lingkungan keluarga, persyarikatan, dan masyarakat.
Tahapan lomba diawali dengan penilaian video profil yang dikirimkan para peserta. Dari proses seleksi tersebut, 14 peserta terpilih untuk mengikuti tahap wawancara bersama empat orang juri.
Dalam wawancara, peserta dinilai dari sejumlah aspek, antara lain pemahaman agama, wawasan Kemuhammadiyahan dan Keaisyiyahan, kehidupan keluarga sakinah, serta peran di tengah masyarakat.
Enam peserta kemudian melaju ke babak final. Masing-masing peserta mendapat satu pertanyaan yang harus dijawab maksimal dalam waktu dua menit di hadapan dewan juri, tamu undangan, dan pendukung dari masing-masing cabang.
Titik mendapat pertanyaan mengenai ketahanan pangan dan Qaryah Thayyibah. Ia diminta menjelaskan bagaimana membuat program yang tetap berdampak meski dilakukan dengan keterbatasan lahan, sekaligus memperhatikan kelestarian lingkungan.
Titik kemudian menceritakan praktik yang dilakukan keluarganya di rumah dengan memanfaatkan maggot untuk mengolah limbah organik. Maggot digunakan untuk menguraikan sampah dapur sehingga volume sampah organik dapat dikurangi.
Maggot yang telah dikembangkan kemudian dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pakan ayam yang dipelihara keluarga. Dari ternak tersebut, telur yang dihasilkan turut menjadi sumber pangan keluarga.
“Di rumah kami yang hanya tipe 36, keluarga memelihara 10 ekor ayam. Salah satu pakannya berasal dari maggot. Ayam tersebut menghasilkan telur yang menjadi sumber pangan keluarga. Selain itu, residu maggot atau kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk untuk berbagai tanaman buah dalam pot (tabulampot) yang kami miliki,” kata Titik.
Menurutnya, pola tersebut menjadi contoh sederhana bagaimana pengelolaan limbah rumah tangga dapat dikaitkan dengan ketahanan pangan keluarga. Selain mengurangi sampah, kegiatan itu menghasilkan pakan ternak, telur, dan pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman.
Atas capaian tersebut, Titik mengaku bersyukur. Ia berharap lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi warga Aisyiyah untuk saling berbagi pengalaman dan mengembangkan gagasan.
“Alhamdulillah, saya bersyukur atas amanah ini. Agenda seperti ini menjadi ruang bagi warga Aisyiyah untuk saling memotivasi,” ucapnya.
Titik juga melihat masih banyak potensi yang dapat dikembangkan dari perempuan Aisyiyah di Banyumas. Menurutnya, kolaborasi antaranggota dapat diperkuat dengan saling mengenali kemampuan dan potensi yang dimiliki.
“Saya melihat ibu-ibu Aisyiyah di Banyumas memiliki potensi yang luar biasa. Dengan saling mengenal potensi yang dimiliki, peluang kerja sama akan semakin luas,” tuturnya.
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Banyumas, Dr. Zakiyah, M.S.I., mengapresiasi prestasi yang diraih Titik. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan potensi kader Aisyiyah Banyumas dalam menghasilkan gagasan dan kegiatan yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan selamat kepada Ibu Titik Wahyuningsih atas prestasi yang membanggakan ini. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh kader Aisyiyah untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga, masyarakat, serta persyarikatan,” ujar Zakiyah.
Prestasi Titik sekaligus menunjukkan bahwa gagasan pemberdayaan dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Pemanfaatan limbah organik, budidaya maggot, pemeliharaan ayam, hingga penggunaan pupuk untuk tanaman menjadi contoh praktik sederhana yang dikaitkan dengan ketahanan pangan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....