BEM FPP UMP Kembangkan Smart Farming di Desa Purbadana Banyumas
- 11 Agt 2026 11:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi pertanian mulai dikembangkan di Desa Purbadana, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Melalui program SI-PINTAR, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mendorong pengembangan hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) dan energi surya yang sekaligus diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.
Program tersebut dijalankan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Perikanan (BEM FPP) UMP melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). SI-PINTAR merupakan singkatan dari Revitalisasi Smart Farming Hidroponik Berbasis IoT dan Energi Surya Guna Efisiensi Produksi serta Hilirisasi Komoditas Sayuran di Desa Purbadana.
Ketua Pelaksana PPK Ormawa BEM FPP UMP, Ivanalian S., mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi, tetapi juga menyiapkan masyarakat agar mampu mengelola sistem pertanian secara mandiri.
“Program ini tidak hanya berbicara mengenai teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dan dikelola oleh masyarakat secara berkelanjutan. Kami ingin membangun kolaborasi yang kuat antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait agar program ini memberikan dampak nyata bagi Desa Purbadana,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan melakukan revitalisasi instalasi hidroponik yang sudah tersedia di Desa Purbadana. Sistem tersebut kemudian dikembangkan dengan teknologi IoT untuk membantu pemantauan dan pengelolaan budidaya secara lebih efektif.
Pemanfaatan energi surya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga menjadi bagian dari program. Integrasi tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan energi dalam operasional sistem hidroponik sekaligus meningkatkan efisiensi.
Selain teknologi produksi, masyarakat akan mendapatkan pendampingan mengenai budidaya hidroponik, pengelolaan nutrisi tanaman, hingga pengolahan hasil pertanian. Hasil produksi juga akan diarahkan untuk memiliki nilai tambah melalui penguatan branding dan pemasaran digital.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sumbang, Eka Ratna Wulandari, mengatakan penerapan teknologi dalam pertanian perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan masyarakat. Menurutnya, teknologi akan lebih bermanfaat jika dapat dipahami dan dikelola secara mandiri oleh petani.
“Program seperti SI-PINTAR sangat relevan dengan perkembangan pertanian saat ini. Pemanfaatan teknologi IoT dan energi surya dapat menjadi inovasi dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan budidaya. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat dipahami dan dikuasai oleh masyarakat sehingga dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ucapnya.
Ia menilai pendampingan perlu dilakukan secara konsisten agar masyarakat mampu mengelola budidaya hidroponik, termasuk dalam pengaturan nutrisi dan pemanfaatan teknologi. Sinergi antara mahasiswa, penyuluh, kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan masyarakat juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program.
Kepala Desa Purbadana, Warsito, menyambut baik pengembangan SI-PINTAR. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan pertanian dengan pendekatan teknologi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil produksi.
“Kami sangat menyambut baik adanya program SI-PINTAR di Desa Purbadana. Program ini menjadi kesempatan yang baik bagi masyarakat untuk belajar dan mengembangkan pertanian dengan memanfaatkan teknologi. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengembangkan budidaya hidroponik dan meningkatkan nilai ekonomi dari hasil pertanian,” ujarnya.
Pemerintah desa, kata Warsito, akan mendukung keberlanjutan program dengan melibatkan masyarakat dan kelompok-kelompok yang berkaitan dengan sektor pertanian. Fasilitas dan teknologi yang dikembangkan diharapkan tetap dapat digunakan setelah program PPK Ormawa berakhir.
Dekan Fakultas Pertanian dan Perikanan UMP, Anis Shofiyani, mengatakan penerapan teknologi pertanian perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, keberhasilan SI-PINTAR tidak hanya diukur dari penggunaan teknologi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat melanjutkan program secara mandiri.
“SI-PINTAR tidak hanya berbicara tentang hidroponik dan teknologi IoT, tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu membangun kolaborasi dengan masyarakat untuk menciptakan sistem pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.
Program tersebut diluncurkan melalui kegiatan Grand Launching SI-PINTAR di Desa Purbadana pada Jumat (12/6/2026). Kegiatan itu menjadi awal pelaksanaan program PPK Ormawa BEM FPP UMP yang melibatkan pemerintah desa, BPP, kelompok tani, KWT, PKK, dan masyarakat.
Selanjutnya, SI-PINTAR akan dijalankan melalui sejumlah kegiatan, mulai dari revitalisasi instalasi hidroponik, penerapan IoT dan PLTS, pelatihan budidaya serta pengelolaan nutrisi, hingga pengolahan hasil dan pemasaran digital.
Melalui rangkaian tersebut, BEM FPP UMP menargetkan masyarakat tidak hanya mampu menghasilkan komoditas sayuran, tetapi juga mengembangkan produk dan memasarkannya dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Program ini sekaligus diarahkan untuk membangun sistem pertanian desa yang lebih efisien dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....