KKN Internasional UMP Fokus Berdayakan Pekerja Migran di Hong Kong
- 22 Jul 2026 10:46 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali memperluas kiprah pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional 2026. Sebanyak sembilan mahasiswa akan diberangkatkan ke Hong Kong untuk menjalankan program pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama hampir satu bulan.
Keberangkatan tersebut menjadi bagian dari pelepasan 1.890 mahasiswa KKN UMP 2026 yang digelar pada Rabu (22/7/2026). Para peserta terdiri atas KKN Reguler, KKN Tematik, KKN Muhammadiyah Aisyiyah (MAS), dan KKN Internasional.
Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D., mengatakan KKN Internasional merupakan bentuk implementasi pengabdian masyarakat yang tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga menjangkau masyarakat Indonesia di luar negeri.
Menurutnya, sembilan mahasiswa yang diberangkatkan ke Hong Kong berasal dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya Psikologi, Hukum, Kedokteran, serta Ekonomi dan Bisnis. Keberagaman bidang keilmuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan program yang akan dijalankan bagi para pekerja migran.
| Baca juga: KKN Berdampak Dorong Kemandirian Desa |
"Di Hong Kong mereka lebih fokus pada pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia. Salah satu kegiatannya adalah mempersiapkan PMI ketika memasuki masa purna agar mereka tidak harus kembali bekerja ke luar negeri. Mereka akan mendapatkan pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, perlindungan hukum, hingga edukasi kesehatan," ucap Akhmad.
Ia menambahkan, seluruh peserta KKN Internasional telah melalui proses seleksi dan pembekalan intensif selama tiga hari sebelum diberangkatkan. Selain memperoleh materi teknis, mahasiswa juga dibekali pembinaan karakter dan spiritual sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Menurut Akhmad, mahasiswa juga dituntut menerapkan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
"Mahasiswa akan belajar bersama masyarakat, mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang ada, kemudian menyusun program berdasarkan hasil penelitian tersebut dan melaksanakannya bersama masyarakat. Mereka juga membawa nilai-nilai Muhammadiyah karena menjadi duta Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Persyarikatan Muhammadiyah," katanya.
Ia berharap program KKN Internasional tidak berhenti sebagai kegiatan akademik semata, tetapi mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia di Hong Kong.
"Harapannya KKN ini benar-benar berdampak, berkarya, bermakna, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan," ujarnya.
Salah satu peserta KKN Internasional, Noval, mahasiswa semester enam Fakultas Psikologi UMP, mengaku antusias menantikan keberangkatan ke Hong Kong yang dijadwalkan pada 5 Agustus 2026.
"Pastinya kami senang sekali dan sudah tidak sabar menunggu keberangkatan ke Hong Kong," tuturnya.
Meski pelepasan peserta dilakukan bersama mahasiswa KKN lainnya, jadwal keberangkatan setiap kelompok berbeda menyesuaikan lokasi penugasan.
Noval menjelaskan, kelompoknya akan menjalankan program pengabdian selama 25 hari. Menjelang keberangkatan, ia bersama tim telah mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari logistik pribadi hingga penyusunan program kerja yang akan diterapkan di lokasi KKN.
Sebagai mahasiswa Psikologi, Noval berencana mengangkat program mengenai pelepasan emosi (emotional release) yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kesehatan psikologis para Pekerja Migran Indonesia.
"Saya dari Psikologi ingin menjalankan program yang berkaitan dengan pelepasan emosi sebagai bagian dari pendekatan kemanusiaan bagi para PMI di sana," ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan KKN Internasional dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia di Hong Kong.
"Semoga semua kegiatan berjalan lancar, mulai dari keberangkatan, pelaksanaan program, sampai kami kembali ke Indonesia, dan semoga apa yang kami lakukan benar-benar bermanfaat bagi para PMI di sana," tutur Noval. (Ilham Falih Qushoyyi).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....