Mahasiswa KKN UIN Saizu Dampingi UMKM Kecitran Pasarkan Produk Secara Digital

  • 23 Agt 2026 16:08 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto Kelompok 76 mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Kecitran, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, dalam memanfaatkan media digital untuk memperluas pemasaran produk.

Pendampingan digitalisasi dan pemasaran tersebut dilaksanakan Jumat (21/8/2026), dengan menyasar dua usaha yang menjadi potensi ekonomi masyarakat Desa Kecitran, yakni kerajinan pithi dan produk roti Flowtie.

Mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan pelaku usaha. Media yang diperkenalkan antara lain WhatsApp Business dan Facebook sebagai sarana awal untuk mengenalkan produk kepada calon konsumen.

Selain membantu pemasaran melalui Facebook, mahasiswa juga membuat akun WhatsApp Business beserta katalog produk, mendaftarkan lokasi usaha melalui Google Maps, membuat video promosi, serta mendesain banner usaha.

Salah satu pelaku usaha kerajinan pithi, Susi, mengatakan pendampingan tersebut membantu dirinya memperoleh pengetahuan dan sarana baru untuk memasarkan produk.

“Sudah puluhan tahun belum ada kemajuan apa-apa, dan pasarnya pun itu-itu saja karena kita tidak tahu bagaimana cara memasarkannya. Sampai akhirnya mahasiswa KKN membantu kami dalam pendampingan digitalisasi dan pemasaran,” ujar Susi.

Ia berharap pendampingan tersebut menjadi langkah awal agar produk kerajinan pithi yang dibuatnya dapat dikenal lebih luas hingga ke luar daerah.

Kerajinan pithi merupakan salah satu usaha yang berkembang di Dusun 3 Desa Kecitran. Sejumlah warga menekuni pembuatan kerajinan tersebut sebagai salah satu sumber penghasilan. Namun, pemasaran produk selama ini masih terbatas di lingkungan sekitar.

Mahasiswa KKN Kelompok 76 menilai pemanfaatan teknologi digital perlu dilakukan secara bertahap agar dapat diterapkan secara konsisten oleh pelaku UMKM.

Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa berharap kerajinan pithi dan produk roti Flowtie dari Desa Kecitran dapat semakin dikenal masyarakat di luar wilayah.

Pendampingan digitalisasi menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk membantu pelaku UMKM Desa Kecitran memperluas akses pemasaran dengan memanfaatkan sarana digital yang sederhana dan mudah digunakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....