KKN UIN Saizu Dampingi Revitalisasi Organisasi Pemuda IPPKS Sumpiuh

  • 26 Agt 2026 08:10 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Mahasiswa KKN UIN Saizu melakukan revitalisasi Ikatan Pemuda Pemudi Kopak Sepuluh atau IPPKS di Kelurahan Sumpiuh. Program tersebut bertujuan menghidupkan kembali wadah kepemudaan sekaligus meningkatkan kemampuan organisasi pemuda.

Kegiatan berlangsung di RW 3 Kelurahan Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Rabu (26/8/2026). Sasaran program merupakan pemuda di lingkungan RT 05 dan RT 06 yang sebagian besar masih berstatus pelajar.

Penanggung jawab program revitalisasi IPPKS, Ridho mengatakan, program tersebut dilatarbelakangi kekosongan wadah kepemudaan pascapandemi. Kondisi tersebut terjadi setelah Karang Taruna tingkat kelurahan tidak aktif akibat tidak adanya proses regenerasi.

“Program revitalisasi ini pada intinya merupakan respons atas kekosongan wadah kepemudaan pascapandemi,” ujar Ridho.

Menurutnya, sebagian anggota IPPKS belum memiliki banyak pengalaman berorganisasi. Karena itu, mahasiswa KKN memberikan pendampingan dalam penataan struktur, pembagian peran, administrasi, tanggung jawab, dan kedisiplinan.

Revitalisasi juga diarahkan agar IPPKS mampu menjalankan kegiatan secara aktif dan berkelanjutan. Salah satunya melalui program kerja rutin yang dilaksanakan minimal satu kali setiap bulan.

“Tujuan utamanya adalah menjaga keberlanjutan dan konsistensi perkumpulan pemuda melalui program kerja rutin, seperti kerja bakti lingkungan dan arisan pemuda,” kata Ridho.

Proses pendampingan diawali ketika mahasiswa KKN terlibat dalam forum IPPKS saat pemuda mempersiapkan kegiatan Agustusan. Mahasiswa kemudian membantu menyusun struktur kepanitiaan dan pembagian tugas dalam kegiatan tersebut.

Ridho mengatakan, anggota IPPKS menunjukkan antusiasme selama proses pendampingan. Mahasiswa KKN juga memilih pendekatan bersama dengan pemuda sehingga proses pembinaan tidak berlangsung secara menggurui.

“Alhamdulillah mereka sangat antusias dan menerima kami dengan sukarela. Kami juga tidak bermaksud menggurui, tetapi kami dan pemuda-pemudi IPPKS sama-sama belajar,” ucap Ridho.

Pendampingan tersebut mulai menunjukkan hasil melalui peningkatan keaktifan anggota dalam forum organisasi. Para pemuda juga mulai berani menyampaikan gagasan dan mengambil inisiatif dalam menjalankan kegiatan.

Ridho berharap IPPKS dapat terus berjalan secara mandiri setelah masa KKN berakhir. Agenda rutin seperti kerja bakti dan forum perkumpulan diharapkan tetap berjalan untuk menjaga kekompakan dan rasa memiliki anggota.

“Kami berharap IPPKS tidak berhenti sampai masa KKN selesai. Meskipun pemuda-pemudinya masih sibuk sekolah, agenda rutin tetap dijalankan,” pungkas Ridho.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....