KKN UIN Saizu Edukasi Ibu PKK Kelola Sampah Rumah Tangga
- 08 Agt 2026 14:51 WIB
- Purwokerto
RRI CO.ID, Banyumas: Mahasiswa KKN UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto memberikan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui workshop pembuatan biopori bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Sabtu (8/8/2026). Pemateri workshop sekaligus anggota KKN UIN Saizu, Muhammad Irvan, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan kepada masyarakat. Khususnya warga RW 3 dan RW 4 yang tergabung dalam kegiatan PKK, mengenai pemanfaatan barang bekas sebagai media biopori serta pengolahan limbah rumah tangga.
“Kegiatan ini untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan barang-barang yang tidak terpakai untuk menjadi media biopori, serta bagaimana mengolah limbah rumah tangga atau limbah dapur menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan,” ujar Irvan.
Ia menjelaskan, sampah organik rumah tangga dapat dikelola menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Menurutnya, pengelolaan tersebut juga dapat menjadi salah satu upaya mengurangi sampah yang dibuang begitu saja.
“Tujuan dari workshop ini tentu untuk mengedukasi bahwa sampah rumah tangga juga bisa dikelola dan diubah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk tanaman,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga mengikuti praktik pembuatan dan persiapan media biopori, termasuk mengenal bahan-bahan yang dapat digunakan dalam proses pengelolaannya. Workshop melibatkan mahasiswa KKN UIN Saizu sebagai fasilitator dan mentor, serta pihak Kelurahan Sumpiuh dan ibu-ibu PKK sebagai peserta kegiatan.
Irvan menyebut antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif menyimak materi dan mengajukan pertanyaan terkait cara mengelola sampah rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali.
“Antusiasme peserta sangat tinggi. Terlihat dari ibu-ibu yang menyimak, bertanya, dan merasa terbantu dengan adanya program ini,” katanya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui workshop dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat, khususnya dalam mengelola sampah organik rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Kami berharap warga, terlebih ibu-ibu, bisa mengelola sampah organiknya sendiri menjadi sesuatu yang berguna, misalnya pupuk kompos untuk tanaman, sehingga sampah tidak terbuang sia-sia dan dapat meminimalisir sampah berserakan maupun risiko terjadinya banjir,” ujar Irvan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....