KKN Kolaboratif PTKIN Gelar Pelatihan Pemasaran Digital UMKM
- 11 Agt 2026 14:03 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Kebumen - Pelaku UMKM Desa Bumiagung, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, mulai didorong memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan usaha. Mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 110 memberikan pendampingan mulai dari pembuatan foto produk, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga pemasaran melalui TikTok.
Pelatihan tersebut digelar di GOR Balai Desa Bumiagung, Senin (10/8/2026), dengan diikuti puluhan pelaku UMKM. Kegiatan melibatkan mahasiswa dari UIN K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Koordinator Desa KKN Kolaboratif Bumiagung, Iqbal Anhari, mengatakan keterbatasan pemahaman teknologi masih menjadi salah satu kendala pelaku UMKM dalam memasarkan produknya secara lebih luas.
"Adanya keterbatasan teknologi pada pelaku UMKM di Desa Bumiagung menjadi faktor utama dari hadirnya program kerja Pelatihan Pemasaran Digital ini," ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa (11/8/2026]
Pelatihan difokuskan pada tiga materi yang dapat langsung diterapkan oleh pelaku usaha. Peserta belajar membuat foto produk menggunakan telepon seluler, memanfaatkan AI untuk menghasilkan tampilan produk yang lebih menarik, serta menggunakan TikTok Live dan fitur affiliate untuk pemasaran.
Peserta juga langsung mempraktikkan materi yang diberikan, terutama dalam membuat foto dan konten produk. Pendekatan tersebut dilakukan agar pelaku UMKM tidak hanya memahami materi, tetapi juga dapat menggunakannya untuk mendukung kegiatan penjualan.
Salah satu pelaku usaha mainan, Nur Azizah, mengatakan materi pemasaran digital dapat membantu pelaku usaha rumahan menjangkau konsumen melalui platform daring.
"Pelatihannya sangat bermanfaat, khususnya bagi ibu-ibu yang di rumah jadi bisa jualan lewat online, jadi affiliate," katanya.
Ia juga menilai penggunaan AI untuk membuat foto produk menjadi salah satu materi yang menarik karena dapat membantu meningkatkan tampilan produk sebelum dipasarkan secara daring.
Pelaku usaha kerupuk terasi, Dimas, berharap keterampilan yang diperoleh dari pelatihan tersebut dapat membantu produknya dikenal lebih luas. Menurutnya, pemasaran digital dapat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan usaha lokal di tengah perubahan pola belanja masyarakat.
Pelatihan tersebut merupakan lanjutan dari program digitalisasi UMKM yang sebelumnya dilakukan mahasiswa KKN Kolaboratif di Desa Bumiagung. Program sebelumnya mencakup pencantuman lokasi usaha melalui Google Maps serta pembuatan akun TikTok bagi pelaku UMKM.
Kepala Wilayah 4 Desa Bumiagung, Riko Pambudi, mengatakan pendampingan perlu dilanjutkan setelah pelatihan agar penggunaan teknologi oleh pelaku UMKM tidak berhenti pada kegiatan tersebut.
"Dari pemerintah desa harus ada pendampingan lebih lanjut. Mungkin UMKM yang datang hari ini bisa kita datangi satu per satu, dari pelatihan ini sudah berkembang sejauh mana, dan perlu ada sosialisasi lanjutan," ujarnya.
Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan media digital untuk membuat konten, memasarkan produk, dan menjangkau konsumen di luar wilayah Desa Bumiagung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....