PKBM Muhammadiyah Banyumas Sasar ATS dan Penyandang Disabilitas

  • 10 Agt 2026 15:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Sebanyak 25 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah telah disiapkan di berbagai wilayah Kabupaten Banyumas untuk menjangkau anak tidak sekolah (ATS). Selain anak putus sekolah, program tersebut juga membuka akses pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas M. Djohar mengatakan PKBM Surya Muhammadiyah saat ini telah tersebar di hampir seluruh kecamatan di Banyumas. Keberadaan PKBM tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi warga yang belum mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan formal.

"Intinya, tidak ada alasan untuk tidak sekolah. Murid PKBM Surya Muhammadiyah harus semangat dan rajin belajar supaya hebat," kata Djohar dalam kegiatan MPLS PKBM Surya Muhammadiyah se-Kabupaten Banyumas di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Minggu (9/8/2026).

Menurut Djohar, sasaran PKBM tidak hanya anak yang berhenti sekolah, tetapi juga kelompok penyandang disabilitas, baik fisik, intelektual maupun mental. PDM Banyumas menggandeng berbagai pihak untuk memastikan kelompok tersebut tetap dapat memperoleh layanan pendidikan.

Muhammadiyah juga akan memanfaatkan sejumlah fasilitas yang dimiliki persyarikatan untuk mendukung kegiatan pendidikan, di antaranya sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan program.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan keberadaan PKBM Surya Muhammadiyah membantu pemerintah daerah dalam menangani persoalan anak tidak sekolah. Menurutnya, penanganan masalah pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Banyumas sangat mengapresiasi langkah konkret Muhammadiyah. Kolaborasi melalui PKBM ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Kami pastikan pemerintah daerah akan terus bersinergi agar seluruh warga Banyumas, tanpa terkecuali, mendapatkan hak pendidikannya," ujarnya.

Sadewo menilai pendidikan bagi anak tidak sekolah perlu mendapat perhatian agar mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh keterampilan dan ijazah kesetaraan yang dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari daerah pemilihan Banyumas-Cilacap, Bintang Romadhon, mengatakan keberadaan pendidikan kesetaraan juga penting untuk mencegah anak-anak yang sudah terlanjur keluar dari sekolah semakin tertinggal.

"Akses pendidikan kesetaraan yang inklusif seperti ini sangat krusial agar tidak ada lagi generasi muda yang tertinggal dalam meraih masa depan mereka," katanya.

Ia menilai keterlibatan Muhammadiyah dalam menjangkau anak tidak sekolah dapat memperkuat upaya pemerintah daerah menyelesaikan persoalan pendidikan di Banyumas. Menurutnya, akses pendidikan harus tetap terbuka bagi setiap warga tanpa melihat kondisi maupun latar belakangnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Wakil Rektor III UMP Ikhsan Mujahid. UMP menjadi salah satu pihak yang mendukung pelaksanaan program PKBM Surya Muhammadiyah di Banyumas.

Program tersebut ditandai dengan pelaksanaan MPLS bagi peserta didik PKBM Surya Muhammadiyah se-Kabupaten Banyumas. Kegiatan berlangsung di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP dan diikuti perwakilan peserta didik, termasuk penyandang disabilitas.

Dengan tersebarnya 25 PKBM, PDM Banyumas kini memiliki jaringan pendidikan nonformal yang dapat dimanfaatkan untuk menjangkau warga yang belum mendapatkan layanan pendidikan. Program tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan belajar sekaligus membantu pemerintah daerah menekan jumlah anak tidak sekolah di Banyumas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....