Pelanggan Keluhkan Tagihan PDAM Naik, Ini Penjelasan PDAM Banyumas
- 10 Agt 2026 14:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Kenaikan tagihan air PDAM hingga beberapa kali lipat menjadi salah satu keluhan masyarakat dalam program acara Halo RRI Purwokerto. Salah satu pelanggan menyebut tagihan yang sebelumnya sebesar Rp51 ribu meningkat menjadi Rp200 ribu pada bulan berikutnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Humas PDAM Banyumas, Yuni Senin ( 10/8/2026) mengatakan kenaikan tagihan secara drastis dapat disebabkan adanya kebocoran pada instalasi setelah meteran maupun kelalaian dalam penggunaan air.
Menurut Yuni, pelanggan dapat melakukan pengecekan secara mandiri dengan memastikan tidak ada pemakaian air. Jika meteran masih berputar ketika seluruh keran tidak digunakan, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi adanya kebocoran.
“Biasanya ada kebocoran setelah meteran. Pelanggan bisa cek kebocoran secara mandiri. Apabila tidak ada pemakaian, angka di meteran itu berputar,” ujar Yuni dalam program Halo RRI, Senin (10/8/2026).
Ia mengimbau pelanggan segera memperbaiki kebocoran agar pemakaian air tidak semakin tinggi. Apabila pelanggan tidak dapat memperbaikinya secara mandiri, kebocoran dapat dilaporkan kepada PDAM untuk mendapatkan bantuan petugas.
Pelanggan yang mengalami kebocoran juga dapat mengajukan keringanan pembayaran. Keringanan tersebut dapat berupa pengurangan atau penyesuaian pembayaran setelah dilakukan penanganan.
Sementara itu, terkait pemasangan sambungan PDAM baru, Yuni menyebut masyarakat dapat mengajukan pemasangan secara perorangan tanpa harus dilakukan secara kolektif. Calon pelanggan dapat melakukan pendaftaran melalui loket pelayanan dengan menyampaikan alamat lokasi yang akan dipasang.
Besaran biaya pemasangan ditentukan setelah petugas teknik melakukan survei ke lokasi. Namun, biaya pemasangan baru umumnya berada di kisaran Rp2,3 juta dan dapat dibayarkan secara tunai maupun diangsur sebanyak lima kali pembayaran.
“Kalau sudah muncul biaya berapa, nanti calon pelanggan silakan mengajukan pembayaran, mau cash bisa, mau diangsur secara lima kali juga bisa,” katanya.
Yuni menambahkan, proses pemasangan sambungan baru maksimal dilakukan dalam waktu 14 hari setelah pendaftaran.
Di sisi lain, kondisi ketersediaan air PDAM selama musim kemarau saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Namun, pada jam puncak pemakaian, sejumlah wilayah dapat mengalami gangguan aliran.
Jam puncak pemakaian terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05.00 hingga 08.00 atau 09.00 WIB, serta sore hari mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB. Selain tingginya pemakaian, musim kemarau juga menyebabkan debit air di sejumlah sumber mengalami penurunan.
Meski demikian, PDAM terus melakukan rekayasa aliran untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan.
“Kondisi kemarau ini sumber-sumber juga mengalami penurunan debit air. Tapi kami petugas di sumber, petugas teknik, selalu mengupayakan rekayasa aliran agar pelanggan tetap menikmati aliran air dari PDAM,” ujar Yuni. (Siti Nuriyah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....