Harga Cabai Naik, Pasokan Sayuran Menipis di Pasar Wage Purwokerto

  • 03 Agt 2026 12:38 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Wage Purwokerto mengalami fluktuasi pada awal Agustus 2026. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai merah dan bawang merah, sementara harga bawang putih justru mengalami penurunan.

Di sisi lain, pasokan sejumlah sayuran hijau juga mulai menipis akibat berkurangnya hasil panen pada musim kemarau. Salah seorang pedagang cabai di Pasar Wage Purwokerto, Puput (35), mengatakan harga cabai merah saat ini mencapai Rp40 ribu per kilogram.

Harga tersebut naik sekitar Rp5.000 dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada pada kisaran Rp34 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram. Menurut Puput, kenaikan harga dipicu oleh berkurangnya pasokan dari petani.

"Harga cabai naik Rp5 ribu capai 40 ribu per kilogram dibandingkan minggu sebelumnya yang masih Rp36 ribu," katanya.

Musim kemarau menyebabkan hasil panen cabai menurun sehingga stok yang masuk ke pasar menjadi lebih sedikit. "Pasokan dari petani berkurang karena musim kemarau, sehingga hasil panennya tidak sebanyak saat musim hujan," ujarnya.

Berbeda dengan cabai, harga bawang putih justru mengalami penurunan. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp36 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga bawang merah mengalami kenaikan mengikuti terbatasnya pasokan di tingkat distributor. Tidak hanya cabai dan bawang, sejumlah komoditas sayuran juga mulai langka di Pasar Wage.

Sayuran seperti sawi, pakcoy, mentimun, wortel, jagung, hingga kacang panjang dilaporkan mengalami penurunan pasokan. Puput menjelaskan, kondisi tersebut juga dipengaruhi faktor cuaca yang menyebabkan ketersediaan air berkurang dan berdampak pada produktivitas pertanian.

"Kenaikan harga ini disebabkan oleh kelangkaan barang dari tingkat petani. Kemungkinan karena faktor cuaca yang berdampak pada ketersediaan air atau kerusakan tanaman," katanya.

Selain faktor musim kemarau, tingginya kebutuhan sayuran untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut ikut memengaruhi ketersediaan komoditas di pasar tradisional. Penyerapan hasil panen yang cukup besar membuat pasokan untuk pasar menjadi lebih terbatas.

Di tengah kenaikan harga, aktivitas perdagangan di Pasar Wage justru mengalami perlambatan. Puput menuturkan jumlah pembeli menurun karena masih berlangsungnya masa libur kuliah mahasiswa di Purwokerto.

Banyak warung makan yang menjadi pelanggan tetap pedagang pasar memilih tutup sementara atau mengurangi volume belanja karena jumlah konsumennya menurun. Kondisi tersebut turut memengaruhi perputaran ekonomi di pasar tradisional.

Meski menghadapi tantangan berupa kenaikan harga dan menurunnya jumlah pembeli, aktivitas jual beli di Pasar Wage Purwokerto masih berlangsung normal. Pedagang berharap pasokan dari petani segera kembali stabil seiring membaiknya kondisi produksi, sehingga harga berbagai komoditas dapat kembali terkendali. (Girinda/RRI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....