Pasokan Langka Saat Kemarau, Pasar Rumput Sokaraja Lor Tetap Jadi Andalan Peternak

  • 30 Jul 2026 21:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Musim kemarau mulai berdampak pada pasokan pakan ternak di Kabupaten Banyumas. Di Pasar Rumput Sokaraja Lor, Kecamatan Sokaraja, ketersediaan rumput mengalami penurunan akibat lahan yang mengering. Meski demikian, pasar yang telah berdiri lebih dari dua dekade itu tetap menjadi tujuan utama peternak dari Banyumas hingga luar daerah untuk mencari pakan ternak.

Pemilik Pasar Rumput Sokaraja Lor, Dewi Nur Setianingsih, mengatakan usaha tersebut merupakan usaha keluarga yang kini diteruskannya setelah sang ibu meninggal dunia.

"Dulu sama ibu saya, sekarang diteruskan sama saya. Pasar ini sudah berjalan sejak saya masih kecil, jadi usianya sudah lebih dari 20 tahun," ujarnya.

Menurut Dewi, pasokan rumput sebagian besar berasal dari warga sekitar Kecamatan Sokaraja. Berbagai jenis pakan dijual di pasar tersebut, mulai dari rumput sawah, jerami, rumput odot, rendeng, hingga daun kacang tanah, daun singkong, dan daun lobak.

Namun, musim kemarau membuat ketersediaan rumput menurun drastis. Kondisi sawah yang mengering menyebabkan para pencari rumput kesulitan memperoleh pakan hijauan.

"Pasokan pasti berkurang banget. Rumputnya pada kering. Jerami juga berkurang karena sawah tidak ada air," katanya.

Kelangkaan pasokan turut memengaruhi harga jual. Jika pada musim normal harga rumput berkisar Rp20 ribu per ikat, saat kemarau harga rata-rata naik menjadi Rp25 ribu, bahkan untuk ikatan berukuran besar bisa mencapai Rp40 ribu.

Meski pasokan berkurang, permintaan dari peternak tetap tinggi. Dewi mengatakan pembeli tidak hanya berasal dari Banyumas, tetapi juga dari Cilacap, Banjarnegara, hingga wilayah Susukan.

"Kalau lagi musim kering seperti sekarang, pembeli dari luar Banyumas juga banyak karena di daerah mereka juga susah mencari rumput," ucap Dewi.

Setiap hari, pasar tersebut tetap beroperasi tanpa hari libur. Dewi mengaku memiliki pelanggan tetap, baik peternak maupun para pencari rumput yang memasok dagangan ke pasar.

Pada musim kemarau, jumlah pemasok yang datang menurun. Dari sekitar 50 pencari rumput yang biasanya memasok, kini hanya sekitar 15 orang yang rutin mengirim rumput karena sulitnya mencari pakan di lapangan.

Salah seorang pemasok rumput asal Desa Suro, Kecamatan Sokaraja, Saidi, mengaku harus mencari rumput hingga ke sawah dan lahan kosong yang lokasinya semakin jauh akibat kemarau.

"Sekarang nyarinya jauh karena rumput sudah kering. Kalau biasanya bisa dapat tiga sampai empat ikat, sekarang paling dua ikat sekali ngarit," katanya.

Ia mengatakan tidak jarang dirinya pulang tanpa membawa rumput karena stok di lapangan sudah habis.

"Kadang muter saja, tapi rumputnya tidak ada. Musim kemarau memang susah," ujarnya.

Meski menghadapi keterbatasan pasokan, aktivitas jual beli di Pasar Rumput Sokaraja Lor tetap berlangsung setiap hari. Bagi para peternak, keberadaan pasar ini menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak ketika rumput di sekitar kandang mulai sulit ditemukan akibat musim kemarau. (Ilham Falih Qushoyyi).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....