Banyumas Siapkan 250 Charging Station Kendaraan Listrik

  • 09 Agt 2026 19:50 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama VinFast menyiapkan pembangunan hingga 250 titik pengisian daya kendaraan listrik atau charging station di sejumlah lokasi strategis. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan listrik di Kabupaten Banyumas.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, pembangunan charging station akan memanfaatkan sejumlah lahan milik pemerintah daerah. Dari 165 titik lahan yang diajukan, sebanyak 82 lokasi telah disetujui untuk disewa VinFast dengan masa sewa hingga lima tahun.

“Yang menarik, pihak VinFast memberikan fasilitas charging secara gratis selama tiga tahun pertama. Artinya, tidak ada pengeluaran untuk beli BBM maupun listrik selama tiga tahun,” kata Sadewo usai menjajal sepeda motor listrik VinFast di halaman Pendopo Si Panji Purwokerto, Jumat (7/8/2026).

Menurut Sadewo, keberadaan charging station tidak hanya mendukung penggunaan kendaraan listrik milik pemerintah daerah, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak.

Ratusan titik pengisian daya tersebut rencananya ditempatkan di lokasi yang dinilai strategis, termasuk kawasan stasiun. Pemkab Banyumas menilai ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik.

Dalam skema kerja sama tersebut, fasilitas pengisian daya akan diberikan secara gratis bagi pengguna kendaraan VinFast selama tiga tahun pertama. Setelah periode tersebut, pengguna VinFast akan dikenakan tarif sebesar 50 persen, sementara pengguna kendaraan listrik merek lain membayar tarif penuh.

Selain mendukung penggunaan kendaraan listrik, kerja sama tersebut juga dinilai berpotensi memberikan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Potensi tersebut berasal dari penyewaan lahan milik pemerintah daerah yang digunakan untuk pembangunan charging station.

Sadewo mengatakan, pengembangan infrastruktur tersebut berjalan beriringan dengan rencana Pemkab Banyumas menggunakan kendaraan listrik untuk operasional pemerintahan. Sekitar 90 sepeda motor listrik disiapkan untuk kepala desa dan penilik sekolah sebagai pengganti kendaraan operasional yang kondisinya sudah tidak layak.

“Kalau pakai BBM, operasionalnya harus sistem reimburse ke Pemda. Dengan kendaraan listrik ini, selama tiga tahun tidak ada reimburse BBM sama sekali. Ini jelas efisiensi anggaran yang lumayan,” ujarnya.

Selain sepeda motor, Pemkab Banyumas juga merencanakan pengadaan beberapa mobil listrik berukuran kecil untuk mendukung patroli dan operasional Dinas Perhubungan.

Sadewo menegaskan pengembangan kendaraan listrik di lingkungan pemerintah daerah tidak akan dilakukan sekaligus. Penggantian armada akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil evaluasi penggunaan kendaraan listrik pada tahap awal.

Dengan pembangunan charging station dan penambahan armada listrik secara bertahap, Pemkab Banyumas berharap penggunaan kendaraan listrik tidak hanya berkembang di lingkungan pemerintahan, tetapi juga semakin mudah diakses masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....