Kembangkan Kedokteran Herbal, UMP Bangun Kebun Tanaman Obat
- 16 Agt 2026 19:13 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengembangkan Kebun Kedokteran Herbal di Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Kebun tersebut disiapkan sebagai sarana pembelajaran mahasiswa sekaligus mendukung penelitian dan pengembangan tanaman obat berbasis potensi lokal.
Kebun Kedokteran Herbal Fakultas Kedokteran UMP itu diluncurkan pada Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Desa Binaan serta Pengabdian Masyarakat Internasional Second International Health and Medical Community (IHAMC).
Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran UMP, Dr. dr. Muhammad Fadhol Romdhoni, M.Si., mengatakan pengembangan kebun herbal sejalan dengan visi FK UMP yang memiliki keunggulan di bidang kedokteran herbal. Tanaman obat yang tumbuh di lingkungan sekitar dimanfaatkan sebagai bagian dari pembelajaran sekaligus pengembangan pengetahuan mengenai pengobatan berbasis herbal.
Menurut Fadhol, kebun tersebut memungkinkan mahasiswa mengenali secara langsung tanaman yang selama ini dipelajari dalam perkuliahan. Beberapa di antaranya yakni keji beling, stevia, dan pare.
“Adik-adik mahasiswa yang kuliah di FK UMP itu tahu bahwasanya kalau disebut keji beling itu seperti ini, stevia itu begini, pare itu begini, kita tunjukkan langsung. Kita siapkan dari hulu hingga hilirnya,” ujarnya.
Pengembangan kebun tidak hanya berhenti pada penanaman. FK UMP juga menyiapkan proses pengolahan tanaman, mulai dari pascapanen hingga pengeringan, sehingga bahan yang dihasilkan dapat diproses lebih lanjut.
Fadhol berharap kegiatan tersebut dapat memperkenalkan pemanfaatan tanaman obat yang berasal dari potensi lokal sekaligus mendorong masyarakat lebih mengenal pengobatan berbasis herbal.
Wakil Rektor III UMP, Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., mengatakan kedokteran herbal menjadi salah satu keunggulan yang dikembangkan FK UMP. Menurutnya, keberadaan kebun di Desa Karangsari dapat mendukung proses budidaya, penelitian, hingga pengembangan produk herbal.
| Baca juga: UMP Dorong Kampus Bangun Budaya Sadar Risiko |
Lokasi kebun yang berdekatan dengan Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian dan Perikanan UMP juga dinilai mendukung proses perawatan dan pengolahan tanaman. Ikhsan berharap pengembangan tersebut dapat membuka peluang hilirisasi produk herbal sekaligus mengangkat potensi tanaman obat di Banyumas.
“Harapannya ini menjadi awal kebangkitan produk-produk herbal yang ada di Banyumas,” katanya.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Assoc. Prof. Dr. Ibnu Hasan, M.S.I., menilai pengembangan kebun herbal dapat menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan layanan kesehatan.
Menurutnya, pengembangan kedokteran herbal perlu didukung penelitian dan kerja sama lintas sektor agar pemanfaatannya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Banyumas juga menyambut pengembangan Kebun Kedokteran Herbal tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, dr. Dani Esti Novia, yang mewakili Bupati Banyumas, mengatakan kebun tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi tanaman obat sekaligus menjadi sarana pendidikan dan penelitian.
Dani mengatakan Banyumas memiliki kekayaan hayati serta pengetahuan masyarakat mengenai tanaman obat. Potensi tersebut perlu dikembangkan dengan pendekatan ilmiah agar pemanfaatannya aman dan tepat.
Ia berharap kebun herbal dapat menjadi tempat mahasiswa dan masyarakat mempelajari tanaman obat sekaligus mengenal cara pemanfaatannya berdasarkan bukti ilmiah.
Selain kebun herbal, kegiatan tersebut juga menandai kerja sama UMP dengan Desa Karangsari sebagai desa binaan. Melalui program tersebut, UMP mendorong pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....