Kasus Penyakit Jantung Meningkat, RSUD Banyumas Perkuat Layanan Jantung Modern

  • 08 Agt 2026 11:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Kasus penyakit jantung di Kabupaten Banyumas menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorong RSUD Banyumas terus memperkuat layanan jantung modern, mulai dari pemeriksaan diagnostik hingga tindakan intervensi untuk menangani pasien secara cepat dan tepat.

Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Intervensi RSUD Banyumas, dr. Arini Nurfamila, Sp.JP(K), FIHA,. Ia mengatakan penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi dengan berbagai jenis kasus yang ditangani di rumah sakit.

"Jenis penyakit jantung yang sering kami tangani antara lain gagal jantung, gangguan irama jantung atau aritmia, penyakit jantung akibat hipertensi, kelainan katup jantung, hingga penyakit jantung koroner," ujarnya.

Menurut dr. Arini, penyakit jantung koroner terjadi akibat penyempitan pembuluh darah koroner yang berfungsi menyuplai darah ke otot jantung. Kondisi ini umumnya ditandai dengan keluhan nyeri dada.

Sementara itu, pasien gagal jantung biasanya datang dengan gejala sesak napas, pembengkakan pada tungkai. Serta juga kesulitan tidur telentang sehingga membutuhkan posisi kepala lebih tinggi.

Ia mengungkapkan jumlah kasus penyakit jantung yang ditangani RSUD Banyumas cenderung meningkat. Selain faktor genetik yang tidak dapat diubah, sebagian besar kasus dipicu oleh pola hidup yang kurang sehat.

"Faktor risiko yang bisa diubah di antaranya pola makan tinggi gula, garam, dan lemak, kurang aktivitas fisik, obesitas, serta kebiasaan merokok. Dari berbagai faktor tersebut, merokok masih menjadi penyebab yang paling sering kami temui," katanya.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, RSUD Banyumas telah melengkapi fasilitas pemeriksaan dan penanganan penyakit jantung dengan berbagai teknologi modern. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), ekokardiografi atau USG jantung, treadmill test, ruang perawatan intensif jantung, hingga laboratorium kateterisasi jantung (catheterization laboratory/cath lab).

Menurut dr. Arini, laboratorium kateterisasi menjadi salah satu layanan unggulan karena memungkinkan dokter melihat kondisi pembuluh darah koroner secara langsung menggunakan teknologi fluoroskopi atau sinar-X. Sekaligus melakukan tindakan intervensi apabila ditemukan penyumbatan.

"Melalui cath lab, kami dapat mengetahui kondisi pembuluh darah koroner dan langsung melakukan tindakan untuk membuka sumbatan apabila diperlukan," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada serangan jantung. Seperti nyeri dada berkepanjangan, sesak napas, keringat dingin, dan tubuh terasa lemas.

Menurutnya, pasien dengan gejala tersebut harus segera dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) agar dapat segera menjalani pemeriksaan EKG dan penanganan medis.

"Pada serangan jantung ada istilah time is muscle. Artinya, semakin lama sumbatan pembuluh darah koroner tidak ditangani, semakin banyak otot jantung yang mengalami kerusakan. Karena itu, penanganan harus dilakukan secepat mungkin," katanya.

Dengan dukungan layanan jantung modern dan penanganan yang cepat, RSUD Banyumas berharap angka kematian akibat penyakit jantung dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....