Damkar Cilacap Catat 65 Kebakaran hingga Juli 2026, Kerugian Capai Rp2,5 Miliar

  • 05 Agt 2026 16:16 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.IS, Cilacap : Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap mencatat tren layanan penyelamatan non-kebakaran masih mendominasi sepanjang Januari hingga 31 Juli 2026. Meski demikian, sebanyak 65 kasus kebakaran tetap terjadi dengan total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arif Widodo, mengatakan berdasarkan data Damkar Cilacap, dari 65 peristiwa kebakaran yang terjadi selama tujuh bulan pertama 2026, sebanyak 42 kasus terjadi di kawasan permukiman, 19 kasus di lingkungan usaha, serta masing-masing dua kejadian di lahan dan kategori lainnya.

Gatot menjelaskan, penyebab kebakaran masih didominasi faktor yang sebenarnya dapat dicegah. Dari total kejadian, 32 kasus dipicu korsleting listrik, 28 kasus akibat kelalaian manusia atau human error, serta lima kasus disebabkan tungku maupun kebocoran gas LPG.

"Mayoritas kebakaran sebenarnya berawal dari kelalaian maupun instalasi listrik yang bermasalah. Karena itu kami terus mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan," kata Gatot.

Damkar Cilacap kini tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan yang terus meningkat setiap tahunnya. Layanan penyelamatan non-kebakaran justru menjadi aktivitas yang paling banyak ditangani Damkar Cilacap.

"Selama periode Januari hingga Juli 2026, petugas melakukan 557 operasi penyelamatan, terdiri atas 403 evakuasi sarang tawon, 84 evakuasi ular, 62 pelepasan cincin, serta 8 penanganan hewan liar.

Selain penanganan di lapangan, Damkar Cilacap juga terus mengintensifkan upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Hingga akhir Juli 2026, tercatat 195 kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan dengan melibatkan 12.952 peserta, disertai 12 inspeksi sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung.

"Untuk dampak kebakaran menyebabkan 60 bangunan mengalami kerusakan, tidak menimbulkan korban jiwa, dan satu orang dilaporkan mengalami luka-luka, sedangkan itu, total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 miliar," katanya.

Gatot menghimbau masyarakat di musim kemarau ini potensi kebakaran meningkat, karena itu untuj lebih waspada dan berhati-hati dalam menggunakan listrik, kompor, maupun sumber api lainnya, terutama di kawasan permukiman padat yang berisiko tinggi mengalami perambatan api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....