Cegah Hipertensi dan Diabetes, Mahasiswa KKN UIN SAIZU Edukasi Warga Jatinegara

  • 15 Agt 2026 11:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Puluhan warga dari berbagai lingkaran usia di Desa Jatinegara, Kecamatan Sempor, memadati Aula Balai Desa pada Jum’at pagi, (14/08/2026). Masyarakat yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga lansia tersebut hadir untuk mengikuti sosialisasi bahaya Penyakit Tidak Menular (PTM).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini mengusung topik utama pencegahan penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Program ini diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi 100 yang bermitra langsung dengan pihak Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu).

Antusiasme warga terlihat ketika peserta mulai memenuhi tempat acara secara intensif sejak pukul 08.30 WIB. Selama sesi edukasi, masyarakat menyimak pematerian dengan cermat saat narasumber menyampaikan materi secara interaktif dan bergerak menyapa audiens.

Dua pemateri yang berasal dari kelompok KKN, Salwa Durrotun Nashah dan Anis Hidayah Agustiani, menjelaskan pemahaman dasar mengenai batas normal kondisi kesehatan fisik. Pemateri memaparkan bahwa hipertensi terjadi ketika tekanan darah seseorang berada di atas ambang normal yakni 140/90 mmHg.

"Hipertensi merupakan kondisi saat tekanan darah seseorang berada di atas ambang normal," papar Salwa. Pemateri turut menambahkan bahwa penderita diabetes mengalami kadar gula darah tinggi akibat tubuh kekurangan insulin atau kerja insulin yang kurang optimal.

Dalam penyampaian materi, beberapa gejala awal PTM seperti sakit kepala, penglihatan kabur, hingga penurunan berat badan tanpa sebab diperkenalkan kepada warga. Selain itu, potensi luka yang sulit sembuh juga diimbau agar diwaspadai sebagai indikasi gangguan kesehatan yang serius.

"Dampak hipertensi dapat memicu stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal," ujar Anis menegaskan komplikasi PTM. Anis menjelaskan lebih lanjut bahwa dampak diabetes yang tidak tertangani dengan baik berisiko memicu amputasi luka, kebutaan, hingga kelainan fungsi jantung.

Masyarakat yang memasuki usia di atas 40 tahun serta memiliki riwayat kesehatan keluarga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi ancaman PTM. Kebiasaan dan pola hidup harian dinilai sangat memengaruhi peningkatan risiko kedua jenis penyakit tersebut.

Warga yang mengalami gejala klinis berulang disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemateri menekankan agar masyarakat tidak menunda pemeriksaan apabila tekanan darah atau gula darah konsisten menunjukkan angka tinggi.

Koordinator Desa Kelompok KKN Kolaborasi 100, Novandi Ali Akbar, menjelaskan bahwa persiapan acara ini dilakukan dalam tenggat waktu mepet kurang dari dua minggu. Meski terdapat kendala teknis pada awal acara, pelaksanaan sosialisasi kesehatan tersebut dapat diselesaikan secara lancar.

"Persiapan kegiatan memang mepet kurang dari dua minggu, tetapi alhamdulillah berjalan lancar," kata Novandi. Ia juga berharap edukasi ini bisa mendorong warga lansia mengubah pola hidup serta memicu orang tua untuk membatasi konsumsi makanan instan anak-anak.

Sementara itu, Bidan Posbindu Jatinegara, Dewi, mengapresiasi metode penyampaian sosialisasi mahasiswa KKN yang dianggap komunikatif dan tidak monoton. Dewi menyebutkan bahwa edukasi gaya hidup sehat sangat penting mengingat Posbindu di Jatinegara sudah berjalan rutin lebih dari tujuh tahun.

Respons positif juga disampaikan oleh Titin, salah seorang audiens lansia. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya pemberian materi kesehatan secara langsung dari para mahasiswa.

"Pematerian ini sangat bermanfaat bagi kami yang sebelumnya tidak tahu menjadi paham," tutur Titin seusai mendengarkan penjelasan materi. Dengan sosialisasi tersebut, masyarakat Desa Jatinegara diharapkan semakin sadar untuk melakukan pencegahan dini demi mewujudkan kehidupan yang sehat dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....