Tingkatkan Partisipasi Pemilih Disabilitas, KPU Banyumas Edukasi Siswa SLB
- 07 Agt 2026 10:12 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Partisipasi pemilih penyandang disabilitas di Kabupaten Banyumas masih menjadi pekerjaan rumah. Pada Pemilu 2024, tingkat partisipasi kelompok ini tercatat baru mencapai 45,49 persen, sedikit di atas rata-rata nasional yang berada di angka 43,42 persen.
Kondisi tersebut mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas memperkuat pendidikan pemilih sebagai bekal menghadapi Pemilu 2029.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pendidikan pemilih bagi siswa di SLB B Yakut Purwokerto, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini diikuti 31 siswa, baik yang telah menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024 maupun yang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.
Anggota KPU Kabupaten Banyumas, Sufi Sahlan Ramadhan, mengatakan pendidikan pemilih menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas dalam pemilu.
“Setiap warga negara memiliki hak politik yang sama, termasuk penyandang disabilitas,” ujar Sufi.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan materi mengenai pentingnya menggunakan hak pilih, tetapi juga diajak memahami tahapan pemungutan suara melalui simulasi di tempat pemungutan suara (TPS).
Seluruh perlengkapan, mulai dari meja pendaftaran, surat suara, bilik suara, kotak suara hingga tinta, dihadirkan agar peserta merasakan langsung proses pencoblosan.
Melalui simulasi itu, para siswa mempraktikkan seluruh tahapan sebagai pemilih, mulai dari mengisi daftar hadir, menerima surat suara, mencoblos di bilik suara, memasukkan surat suara ke kotak suara, hingga mencelupkan jari ke tinta.
“Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan diri mereka saat mengikuti pemungutan suara yang sesungguhnya,” ujar Sufi.
Salah seorang peserta, Fadli, mengaku pengalaman mengikuti Pemilu 2024 masih menyisakan kebingungan, terutama saat menghadapi surat suara legislatif yang berukuran besar. Setelah mengikuti pendidikan pemilih dan simulasi dari KPU, ia mengaku kini lebih memahami tata cara memberikan suara yang benar.
"Dulu Pemilu pertama tahun 2024 merasa kebingungan saat berada di bilik suara, melihat besarnya surat suara legislatif yang besar harus mencoblos semua atau siapa. Setelah memperoleh pembelajaran dari KPU hari ini, saya sudah tahu dan paham," kata Fadli dengan bahasa isyarat.
Hal senada disampaikan Safiq, siswa yang akan menjadi pemilih pada Pemilu 2029. Ia mengaku lebih siap menggunakan hak pilihnya setelah memperoleh penjelasan dan praktik langsung mengenai proses pemungutan suara.
Sementara itu, Kepala SLB B Yakut Purwokerto Wiwi Kusmiyati, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan pemilih penting diberikan sejak dini agar siswa memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara ketika telah memenuhi syarat menjadi pemilih.
"Hari ini kita belajar bersama dari KPU tentang Pemilu dan pentingnya hak suara kita," ujar Wiwi kepada para siswa.
KPU Kabupaten Banyumas berharap pendidikan pemilih yang menyasar kelompok penyandang disabilitas dapat meningkatkan partisipasi pada pemilu mendatang. Selain memperluas akses informasi, kegiatan semacam ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemilu yang semakin inklusif, di mana setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan hak pilihnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....