KPU Banyumas Kenalkan Pemilu Inklusif kepada Siswa SLB B Yakut Purwokerto

  • 06 Agt 2026 14:09 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas terus berupaya memastikan seluruh warga negara dapat menggunakan hak pilihnya tanpa diskriminasi. Salah satunya melalui simulasi pemilu yang digelar di SLB B Yakut Purwokerto, Kamis (6/8/2026), dengan mengusung tema "Suara Kita Setara: Pemilu Inklusif, Demokrasi Berkualitas."

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada penyandang disabilitas mengenai proses pemungutan suara. Sekaligus juga mengenalkan berbagai fasilitas yang disediakan untuk mendukung aksesibilitas di tempat pemungutan suara (TPS).

Hal tersbeut disampaikan Kepala Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Banyumas, Sufi Sahlan. Ia mengatakan sosialisasi difokuskan pada pengenalan tata cara pencoblosan serta penggunaan fasilitas yang ramah disabilitas.

Dalam simulasi tersebut, peserta diperkenalkan secara langsung dengan bilik suara, kotak suara, surat suara, hingga tinta sebagai bagian dari tahapan pemungutan suara. Menurut Sufi, KPU Banyumas berkomitmen menghadirkan TPS yang inklusif pada setiap pelaksanaan pemilu. Berbagai fasilitas telah disiapkan untuk memberikan kemudahan bagi pemilih penyandang disabilitas.

"Berdasarkan peraturan yang harus kami laksanakan terkait pemungutan suara untuk memfasilitasi penyandang disabilitas, di TPS tersedia lima kursi utama di antrean pemilih yang diperuntukkan bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Selain itu, kami juga menyediakan alat bantu berupa template Braille untuk pemilih tuna netra," ujarnya.

Selain penyediaan sarana, KPU Banyumas juga akan memberikan pembekalan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Pelatihan tersebut meliputi dasar-dasar komunikasi dan pelayanan kepada berbagai kategori penyandang disabilitas agar seluruh pemilih memperoleh layanan yang setara saat memberikan hak suaranya.

Sementara itu, Kepala SLB B Yakut Purwokerto, Wiwi Kusmiati, mengapresiasi pelaksanaan simulasi pemilu yang dinilai mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada para siswa. Menurutnya, selama ini materi mengenai pemilu telah disisipkan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila maupun Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), namun praktik langsung dinilai jauh lebih efektif.

"Walaupun SLB, pembelajaran kami sama seperti sekolah formal pada umumnya. Biasanya materi pemilu kami sisipkan dalam Pendidikan Pancasila dengan bantuan gambar-gambar. Kali ini anak-anak bisa langsung praktik. Apalagi sebagian siswa kami berusia 15 hingga 17 tahun, bahkan ada yang nantinya menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029," katanya.

Melalui edukasi sejak dini tersebut, KPU Banyumas berharap penyandang disabilitas memiliki pemahaman yang baik mengenai proses pemungutan suara sehingga mampu menggunakan hak pilihnya secara mandiri. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen penyelenggara pemilu dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....