KPU Banyumas Gencarkan Pendidikan Pemilih Jelang Pemilu 2029
- 19 Agt 2026 13:16 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas mulai menggencarkan pendidikan pemilih meskipun tahapan Pemilu 2029 belum dimulai. Langkah tersebut dilakukan untuk mempersiapkan generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha, yang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.
Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Rofingatun Khasanah, mengatakan pendidikan pemilih dilakukan dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan. KPU Banyumas telah menjalin kerja sama dengan delapan perguruan tinggi, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyumas yang membawahi SMA, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas yang membawahi SMP, serta sejumlah organisasi pendidikan.
Menurutnya, pendidikan pemilih sejak dini penting agar generasi muda memahami demokrasi, pemilu, tata cara menggunakan hak pilih, hingga pelaksanaan pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS).
“Adik-adik kita, siswa-siswa yang duduk di SMP dan SMA ini menjadi pemilih pemula di Pemilu 2029. Agar nantinya sejak sekarang sudah dibekali pendidikan tentang demokrasi, tentang pemilu, bagaimana tata cara memilih, kemudian simulasi pemilihan di TPS,” kata Rofi.
Ia berharap pembekalan tersebut dapat membentuk pemilih pemula yang sadar terhadap pilihan politik sekaligus memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Dari sisi partisipasi pemilih, Rofi menyebut tingkat partisipasi masyarakat Banyumas pada Pemilu 2024 mencapai sekitar 82 persen.
Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 81 persen. Meski demikian, KPU Banyumas menemukan masih adanya persoalan administrasi kependudukan yang berpotensi menghambat partisipasi pemilih pemula.
Berdasarkan evaluasi Pemilu 2024, sekitar 11 ribu pemilih pemula yang duduk di bangku SMA belum melakukan perekaman KTP elektronik atau e-KTP. Padahal, dokumen kependudukan menjadi salah satu hal penting untuk memastikan pemilih dapat menggunakan hak pilihnya.
Karena itu, KPU Banyumas berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mendorong pelajar yang akan memiliki hak pilih pada 2029 segera melakukan perekaman e-KTP.
“Kalau tidak punya e-KTP, tentu jadinya tidak memilih. Sehingga partisipasinya di level Gen Z agak menurun. Oleh karena itu, kita antisipasi utamanya memfasilitasi Gen Alpha dan Gen Z ini melakukan perekaman e-KTP sehingga hak-hak mereka bisa tersalurkan di Pemilu 2029,” ujarnya.
Rofi menambahkan, tantangan utama pendidikan pemilih adalah memastikan sosialisasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Saat ini jumlah pemilih yang telah dimutakhirkan di Kabupaten Banyumas mencapai sekitar 1,4 juta orang.
Sementara itu, KPU memproyeksikan jumlah pemilih dari kelompok Gen Alpha pada Pemilu 2029 sekitar enam persen atau lebih dari 8.000 pemilih. Besarnya jumlah sekolah di Kabupaten Banyumas menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau seluruh calon pemilih muda tersebut.
Untuk itu, KPU Banyumas terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi dan sekolah. Melalui kerja sama tersebut, pendidikan pemilih diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sosialisasi menjelang pemilu, tetapi menjadi proses berkelanjutan untuk membangun kesadaran demokrasi sejak usia sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....