KPU Banyumas Prioritaskan Pemilih Disabilitas dalam Pendidikan Demokrasi

  • 06 Agt 2026 14:28 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas memprioritaskan kelompok penyandang disabilitas sebagai sasaran pendidikan pemilih untuk meningkatkan pemahaman demokrasi sejak dini. Kegiatan tersebut digelar di SLB B Yakut Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026), dengan peserta siswa berusia 16 hingga 20 tahun yang akan menjadi pemilih pada Pemilu 2029.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Banyumas, Sufi Sahlan Ramadhan, S.Pd., mengatakan pendidikan pemilih ini bertujuan mengenalkan proses demokrasi kepada pemilih pemula, khususnya penyandang disabilitas, sekaligus memberikan pemahaman mengenai tahapan pemilu dan pentingnya menggunakan hak pilih.

"Tujuannya untuk mengenalkan demokrasi ke pemilih pemula, terutama penyandang disabilitas. Kemudian pentingnya memahami pemilu sejak dini, termasuk melalui simulasi mencoblos dan pentingnya memberikan hak pilih." ujar Sufi

Dalam kegiatan tersebut, KPU menghadirkan simulasi pemungutan suara yang dirancang ramah disabilitas. Petugas memberikan pendampingan serta instruksi yang mudah dipahami agar peserta dapat mengenal tata cara memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara atau TPS.

Sufi menjelaskan, pendidikan pemilih bagi penyandang disabilitas menjadi salah satu prioritas karena kelompok tersebut masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses informasi kepemiluan.

Berdasarkan data Pemilu 2024, jumlah pemilih disabilitas di Kabupaten Banyumas mencapai sekitar 10 ribu orang dengan tingkat partisipasi sekitar 33 persen. Melalui kegiatan ini, KPU berharap angka partisipasi dan literasi kepemiluan penyandang disabilitas terus meningkat pada pemilu mendatang.

Kepala SLB B Yakut Purwokerto, Wiwi Kusmiati, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, metode pembelajaran melalui simulasi membuat siswa lebih mudah memahami proses pemungutan suara dibandingkan hanya menerima materi di dalam kelas.

"Karena ada praktiknya, anak-anak pasti lebih antusias. Mereka bisa langsung mempraktikkan bagaimana tata cara pemilihan umum, sehingga lebih mudah dipahami," tuturnya.

KPU Banyumas berharap pendidikan pemilih yang inklusif seperti ini dapat terus menjangkau seluruh kelompok disabilitas sehingga setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memahami demokrasi dan menggunakan hak pilihnya pada setiap penyelenggaraan pemilu. (Ilham Falih Qushoyyi).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....