Sekolah Rakyat Cilacap Mulai MPLS 31 Juli, Tampung Siswa dari 24 Kecamatan

  • 17 Jul 2026 15:01 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus operasional Sekolah Rakyat di Kabupaten Cilacap dipastikan dimulai pada 31 Juli 2026. Jadwal tersebut merupakan keputusan Kementerian Sosial yang menyesuaikan kesiapan pembangunan sekolah di sejumlah daerah di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Anak Kabupaten Cilacap dr Moch Ichlas Riyanto pada Kamis (16/6/2026).

Ia mengatakan jika Sekolah Rakyat Cilacap akan menampung 270 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2. Meskipun saat ini siswa untuk SD masih terus dipacu agar memenuhi kuota.

"Untuk perkembangan Sekolah Rakyat di Kabupaten Cilacap, kita mendapat kuota 270 siswa terdiri dari SD, SMP, dan SMA. Saat ini masih dilakukan pleno data siswa agar seluruh peserta memenuhi kriteria untuk pembukaan pada 31 Juli nanti," ujarnya.

Ia menjelaskan, jadwal operasional yang semula direncanakan pada 14 Juli, namun di Cilacap dan sejumlah daerah lainnya, kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada 31 Juli berdasarkan keputusan pemerintah pusat. Penundaan dilakukan demi memastikan keamanan dan kenyamanan siswa sebelum kegiatan belajar dimulai.

"Memang ada daerah yang sudah diresmikan tanggal 14 Juli, sedangkan Cilacap masuk gelombang pembukaan 31 Juli. Pertimbangannya adalah memastikan seluruh fasilitas benar-benar siap sehingga siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman," katanya.

Para siswa berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Cilacap sehingga pemerataan akses pendidikan dapat terwujud.

"Siswanya merata dari 24 kecamatan, karena memang agar ada pemerataan pendidikan," katanya.

Dari sisi sarana, pembangunan Sekolah Rakyat telah memasuki tahap fungsional. Sebanyak 14 gedung dipastikan siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, asrama, serta kebutuhan guru dan wali asuh bagi 270 siswa.

"Secara fungsional gedung sudah siap digunakan. Finishing beberapa bangunan tambahan tetap berjalan, tetapi dipastikan tidak akan mengganggu aktivitas belajar siswa," katanya.

Sebelum pelaksanaan MPLS nanti, seluruh siswa juga akan menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta pendampingan psikolog. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan peserta didik dalam kondisi sehat, baik secara fisik maupun mental, sebelum mengikuti pembelajaran di sekolah berasrama tersebut.

Nantinya siswa tidak perlu membawa perlengkapan sekolah, karena seluruh kebutuhan siswa, mulai dari pakaian, sepatu, perlengkapan sekolah, hingga buku pelajaran, juga disediakan secara gratis oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....