Awal MPLS Sekolah Rakyat Cilacap, 246 Siswa Ikuti CKG Lanjutan

  • 01 Sep 2026 19:51 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap - Sekolah Rakyat Cilacap mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS bagi 246 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Kegiatan ini menjadi tahap awal sebelum para siswa menjalani pendidikan sekaligus kehidupan di asrama. Dari total 246 siswa tersebut, sebanyak 19 siswa merupakan jenjang SD, 107 siswa SMP, dan 120 siswa SMA.

Kepala Sekolah Rakyat Cilacap, Heni Yulianingsih, mengatakan kedatangan para siswa bersama orang tua menjadi momentum penting untuk memperkenalkan lingkungan sekolah sekaligus tempat tinggal baru mereka selama mengikuti pendidikan.

Pada hari pertama MPLS, seluruh siswa akan mengijuti cek kesehatan gratis (CKG) lanjutan pada Selasa (1/9/2026). CKG inj menjadi bagian dari persiapan siswa sebelum menjalani aktivitas pendidikan dan kehidupan berasrama.

"MPLS dimulai dengan CKG lanjutan, karena CKG awal sudah dilaksanakan pada saat kegiatan roadshow di beberapa kecamatan yang dibagi dalam empat distrik," ujarnya.

Untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat Cilacap, sebanyak 92 personel telah disiapkan. Mereka terdiri dari tenaga kependidikan, tenaga pendidik, wali asrama, petugas keamanan, petugas kebersihan, hingga juru masak.

Sementara itu, berbagai sarana pembelajaran, pengasuhan, asrama dan fasilitas pendukung telah disiapkan. Meski demikian, masih terdapat sejumlah bagian bangunan yang dalam tahap penyelesaian atau finishing.

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar setelah MPLS akan memanfaatkan gedung SMP yang telah dinyatakan siap digunakan.

"Kegiatan belajar mengajar kami akan menggubakan satu gedung, gedung sekolah SMP yang sudah fix bisa digunakan, walaupun yang lainnya masih dalam tahap finishing dan perbaikan sedikit. Karena jumlah siswa kita terdiri dari satu kelas SD, empat kelas SMP dan empat kelas SMA, jadi menggunakan fasilitas sementara gedung SMP yang sudah siap," katanya.

Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional dengan tagline Cerdas Bersama Tumbuh Setara”. Selain pendidikan gratis, seluruh siswa juga mendapatkan berbagai kebutuhan secara cuma-cuma, mulai dari seragam, sepatu, perlengkapan sekolah, alat mandi hingga pakaian dalam.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap, dr. Mochamad Ichlas Riyanto, mengatakan pihaknya akan terus melakukan monitoring terhadap operasional Sekolah Rakyat.

Dinsos juga akan berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah terkait, termasuk dalam pengelolaan sampah dan irigasi. Hal ini karena lokasi Sekolah Rakyat sebelumnya merupakan area persawahan dengan luas sekitar 5,5 hektare.

"Semua dinas mendukung kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat, termasuk bagaimana mengelola sampah jangan sampai sampah mrnumpuk, karena ini istilahnya ada tambahan warga baru di lingkungan ini, sebelumnya tadinya area persawahan menjadi pemukiman," katanyam

Sekolah Rakyat Cilacap yang berada di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, dibangun dengan nilai kontrak sekitar Rp 237 miliar rupiah.

Kompleks sekolah dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari asrama putra dan putri untuk seluruh jenjang, kantin, dapur, masjid, ruang ibadah, laboratorium, gedung serbaguna, lapangan sepak bola dan voli, hingga rusun bagi guru.

Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....