Dua Anak Kembar Saryono Masuk Sekolah Rakyat Cilacap, Demi Belajar Mandiri

  • 01 Sep 2026 19:50 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap - Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Cilacap membawa harapan baru bagi keluarga kurang mampu. Salah satunya dirasakan Saryono, warga Desa Rejodadi, Kecamatan Cimanggu, yang menitipkan dua anak kembarnya untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Cilacap.

Dua putra Saryono yang bernama Daffa Daniyal dan Devian Alfarizqi kini menjadi bagian dari siswa Sekolah Rakyat Cilacap. Keduanya yang berusia tujuh tahun sebelumnya telah mengenyam pendidikan di PAUD, TK, hingga Madrasah Ibtidaiyah atau MI.

Saryono mengaku mengetahui program Sekolah Rakyat melalui pendampingan Program Keluarga Harapan atau PKH. Ia kemudian memutuskan mendaftarkan kedua anak kembarnya karena program tersebut memberikan fasilitas pendidikan dan kebutuhan hidup secara gratis.

"Ya, alasannya sekolah di sini enggak biaya, gratis, dijamin segalanya dari mulai makan, pakaian, tempat tidur," ujar Saryono.

Pria berusia sekitar 45 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai pedagang es keliling di sekolah-sekolah. Penghasilannya pun tidak menentu. Dalam sehari, ia mengaku terkadang hanya memperoleh pendapatan sekitar Rp20 ribu hingga Rp50 ribu, tergantung kondisi penjualan.

Dengan kondisi tersebut, keberadaan Sekolah Rakyat dinilai sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya. Sebab, selain biaya pendidikan, sejumlah kebutuhan anak selama tinggal di asrama juga telah disiapkan.

“Kalau sekolah biasa kan ada uang bulanan, LKS, uang saku lain-lain lah, di Sekolah Rakyat gratis, jadi meringankan beban orang tua,” kata suami dari Darsini (35).

Saryono mengaku kedua anaknya telah dipersiapkan untuk hidup mandiri sebelum masuk asrama. Selain belajar membaca, menulis dan mengaji, kedua anaknya juga telah dibiasakan melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk makan dan mandi sendiri.

Meski demikian, keputusan melepas dua anak sekaligus untuk tinggal di asrama bukan perkara mudah bagi seorang ayah.

Saryono mengaku tetap merasakan kesedihan karena suasana rumah akan berbeda tanpa kehadiran anak-anaknya. Namun ia meyakini kemandirian perlu diajarkan sejak dini.

"Kalau ingat ya namanya orang tua ya sedih. Biasa ada anak di rumah, tidur bareng bersama anak. Sekarang anaknya di asrama. Ya kelihatannya agak sedih, tapi mau gimana lagi, kalau enggak dari sekarang belajar mandiri," katanya.

Saryono sengaja memasukkan kedua anak kembarnya bersama-sama ke Sekolah Rakyat agar keduanya tetap memiliki teman dan tidak merasa sendiri selama menjalani kehidupan baru di asrama.

Sebelumnya, kedua anak tersebut telah menempuh pendidikan di MI dan seharusnya melanjutkan ke kelas dua. Namun di Sekolah Rakyat, keduanya kembali memulai pendidikan dari kelas satu sesuai sistem pembelajaran yang diterapkan.

Selain Daffa dan Devian, Saryono masih memiliki seorang anak perempuan yang kini duduk di kelas enam MI. Ia berharap ke depan putrinya juga dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat pada jenjang SMP.

Menurut Saryono, program Sekolah Rakyat menjadi harapan besar bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas. Ia pun mengapresiasi program pendidikan yang digagas pemerintah tersebut.

"Kalau dengan ini saya sangat terbantu sekali. Program dari Pak Presiden Prabowo sangat membantu untuk masyarakat yang kurang mampu," ujarnya.

Sekolah Rakyat Cilacap menampung sebanyak 246 siswa, yang terdiri dari 19 siswa Sekolah Dasar, 107 siswa Sekolah Menegah Pertama dan 120 siswa Sekolah Menengah Atas.

Kepala Sekolah Rakyat Cilacap, Heni Yulianingsih, mengatakan dalam operasionalnya, Sekolah Rakyat memiliki kekuatan 92 personel profesional, yang terdiri dari 3 orang tenaga kependidikan, 19 orang tenaga pendidik, 9 orang wali asrama, 15 orang tenaga keamanan, 15 orang tenaga kebersihan, dan 5 orang juru masak.

“Ada wali asuh yaitu pengganti orang tua selama di asrama, di mana wali asuh setiap 5 anak SD ada satu wali asuh, dan 10 anak SMP serta SMA masing-maisng satu wali asuh,” katanya.

Bagi Saryono, melepas dua anak untuk tinggal di asrama memang bukan hal mudah. Namun di balik rasa sedih tersebut, tersimpan harapan agar Daffa Danial dan Devian Alfarizqi dapat tumbuh menjadi anak yang mandiri serta memiliki masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....