Sektor Jasa Keuangan di Wilayah OJK Purwokerto Tumbuh Positif di 2026
- 30 Jun 2026 15:11 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto menilai kondisi sektor jasa keuangan di wilayah kerjanya hingga April 2026 tetap berada dalam kondisi stabil dan menunjukkan pertumbuhan yang positif. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan sektor perbankan, meningkatnya aktivitas pasar modal, serta perkembangan industri keuangan non-bank (IKNB), meski tantangan masih dihadapi pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR).
Berdasarkan rilis OJK Purwokerto, Senin (29/6/2026), melalui Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Purwokerto, Dinavia Tri Riandari menyatakan bahwa kinerja industri perbankan secara umum masih mencatatkan tren pertumbuhan. Hingga akhir April 2026, total aset perbankan di wilayah kerja OJK Purwokerto tumbuh sebesar 1,03 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara penyaluran kredit meningkat 2,95 persen dan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 7,19 persen.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kinerja bank umum yang mencatatkan peningkatan lebih tinggi. Yakni aset tumbuh 5,71 persen, kredit naik 3,39 persen, dan DPK meningkat 8,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, kinerja BPR dan BPRS masih mengalami tekanan. Hingga April 2026, aset, kredit, dan DPK masing-masing mengalami kontraksi sebesar 1,71 persen, 2,74 persen, dan 0,17 persen secara tahunan.
OJK mencatat tingginya rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) pada BPR/BPRS yang mencapai 22,96 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh proses normalisasi kredit restrukturisasi pascapandemi Covid-19.
"Di mana sejumlah debitur dinilai tidak lagi mampu mempertahankan kualitas kredit setelah berakhirnya stimulus restrukturisasi,"katanya.
Meski demikian, penyaluran kredit BPR/BPRS masih didominasi sektor produktif. Portofolio kredit modal kerja mencapai 54,1 persen dari total pembiayaan, sementara pembiayaan kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai 52,2 persen.
Penyaluran kredit terbesar masih mengalir ke sektor nonlapangan usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, serta sektor konstruksi. Perkembangan positif juga terlihat di sektor pasar modal.
Hingga Maret 2026, jumlah investor saham di wilayah kerja OJK Purwokerto meningkat 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah investor reksa dana melonjak 65 persen.
Peningkatan jumlah investor tersebut diikuti dengan kenaikan nilai transaksi pasar modal menjadi Rp1,922 triliun, atau tumbuh 59,69 persen secara tahunan. Aktivitas investasi didominasi oleh investor muda berusia 21 hingga 30 tahun.
Industri Keuangan Non-Bank Terus Bertumbuh
Pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), Lembaga Keuangan Mikro (LKM) mencatatkan pertumbuhan yang cukup kuat. Hingga April 2026, aset meningkat 10,18 persen, kredit naik 16,14 persen, dan DPK bertambah 11,58 persen.
Sementara itu, perusahaan pergadaian swasta juga menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan aset sebesar 44,54 persen menjadi Rp4,40 miliar pada Maret 2026. Penyaluran pinjaman meningkat 21,16 persen menjadi Rp3,19 miliar.
Di sektor asuransi, premi asuransi umum mengalami penurunan dari Rp79 miliar menjadi Rp49 miliar, atau turun 38,07 persen. Nilai klaim juga menurun tipis sebesar 2,44 persen menjadi Rp29 miliar.
Sebaliknya, premi asuransi jiwa menunjukkan pertumbuhan signifikan, naik 43,78 persen dari Rp81 miliar menjadi Rp117 miliar, sementara nilai klaim turun 32,99 persen menjadi Rp54 miliar.
Adapun industri perusahaan pembiayaan mencatatkan total penyaluran pembiayaan sebesar Rp4,279 triliun hingga Maret 2026. Penyaluran terbesar berada pada sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi, serta perawatan mobil dan sepeda motor dengan pangsa mencapai 21 persen.
Ribuan Pengaduan Konsumen dan Permintaan SLIK
Di bidang pelindungan konsumen, hingga akhir Mei 2026 OJK Purwokerto telah menerima 491 pengaduan konsumen jasa keuangan. Selain itu, sebanyak 4.585 permintaan Informasi Debitur Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) juga telah dilayani melalui layanan iDebku.
Mayoritas pengaduan berkaitan dengan SLIK, restrukturisasi kredit, agunan, pelunasan kredit, serta pelayanan dari pelaku usaha jasa keuangan. Selain layanan pengaduan, OJK Purwokerto juga terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026 telah dilaksanakan 56 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 16.015 peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, perempuan, komunitas, profesional hingga pelaku UMKM.
Program literasi tersebut meliputi SiMOLEK Menyapa, Podcast Ngopi Ngapak, Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah), Training of Trainers (ToT) Literasi Keuangan, visitasi mahasiswa dan pelajar, hingga program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Waspadai Maraknya Penipuan Keuangan
OJK bersama pemerintah, industri jasa keuangan, serta Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) juga terus memperkuat upaya pemberantasan penipuan keuangan melalui pembentukan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
Sepuluh modus penipuan yang paling banyak dilaporkan antara lain penipuan transaksi belanja daring, fake call, investasi bodong, penawaran kerja palsu, penipuan melalui media sosial, hadiah palsu, phishing, penyebaran APK melalui WhatsApp, social engineering, hingga pinjaman online fiktif.
Di wilayah Jawa Tengah, sejak 22 November 2024 hingga 31 Mei 2026 tercatat 66.402 laporan penipuan masuk ke IASC. Secara nasional, jumlah laporan mencapai 579.459 kasus dengan hampir 998.558 rekening dilaporkan.
Dari jumlah tersebut, 515.553 rekening berhasil diblokir, dengan total dana yang diamankan mencapai Rp638,9 miliar. Sementara dana yang berhasil dikembalikan kepada korban mencapai Rp196,93 miliar.
OJK Purwokerto menegaskan akan terus mencermati perkembangan sektor jasa keuangan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan. Hal tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....