Bersama OJK, Pemkab Banyumas Perluas Akses Keuangan di Desa
- 01 Agt 2026 16:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto resmi memulai Program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif atau Desa EKI Tahun 2026. Program diawali melalui kegiatan kick-off di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kamis (30/7/2026).
Program Desa EKI bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif hingga ke tingkat desa.
Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti mengatakan, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat peran desa sebagai subjek pembangunan. Menurutnya, saat ini masih terdapat kesenjangan literasi dan inklusi keuangan antara masyarakat perkotaan dan perdesaan.
Melalui Desa EKI, masyarakat desa diharapkan semakin mudah mengakses berbagai layanan keuangan formal, mulai dari tabungan, pembiayaan usaha, asuransi, hingga transaksi digital
"Kita menyadari masih ada kesenjangan literasi dan inklusi keuangan antara masyarakat perkotaan dan perdesaan. Melalui Desa EKI, kami ingin masyarakat desa memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkan layanan keuangan formal demi meningkatkan kesejahteraan,” ucapnya.
Lintarti menjelaskan, Desa Banjarpanepen dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Desa EKI Tahun 2026 karena memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata. Namun, akses masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan masih terbatas.
Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat dengan masyarakat sehingga mampu mendorong produktivitas ekonomi desa.
Sementara itu, Kepala OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari mengatakan, program Desa EKI dirancang untuk membangun ekosistem keuangan yang memudahkan masyarakat desa mengakses layanan keuangan formal secara aman dan terjangkau.
Melalui program ini, masyarakat dan pemerintah desa akan mendapat pendampingan, edukasi keuangan, hingga penguatan akses pembiayaan dari berbagai instansi terkait.
"Melalui Desa EKI, kami ingin membangun ekosistem keuangan yang inklusif sehingga masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara optimal untuk mengembangkan potensi ekonomi desa,” tutur Dinavia.
Dari hasil pemetaan, Dinavia menyebut bahwa Desa Banjarpanepen memiliki lebih dari lima ribu penduduk serta potensi wisata dan ekonomi unggulan, seperti budi daya durian bawor, gula kelapa kristal, hortikultura, dan tanaman palawija.
“Desasa Banjarpanepen memiliki jumlah penduduk sebanyak 5.366 jiwa serta berbagai potensi wisata seperti Bukit Panaritan Curug Kelapa dan Kali Cawang,” ujarnya.
Program Desa EKI berlangsung pada 30 Juli hingga 8 September 2026 dalam tujuh kali pertemuan. Kegiatannya meliputi pemetaan kondisi desa, edukasi keuangan, pendampingan usaha, penguatan akses pembiayaan, digitalisasi transaksi, hingga monitoring dan evaluasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....