OJK Purwokerto dan TPAKD Banyumas Luncurkan Program Desa EKI di Banjarpanepen

  • 01 Agt 2026 10:50 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Banyumas resmi memulai pelaksanaan Program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kamis (30/7/2026) lalu.

Program ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan keuangan formal sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal. Kick Off Program Desa EKI digelar di Lapangan Komplek Taman Wisata Sentana Desa Banjarpanepen dan dibuka oleh Wakil Bupati Banyumas, Hj. Dwi Asih Lintarti.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari, anggota DPRD Kabupaten Banyumas Dapil III, perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, jajaran Pemerintah Kabupaten Banyumas, camat, kepala desa, serta sejumlah pimpinan lembaga jasa keuangan.

Program Desa EKI merupakan salah satu program kerja TPAKD Kabupaten Banyumas yang bertujuan membangun ekosistem keuangan inklusif di tingkat desa. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk lebih mudah mengakses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan sesuai kebutuhan sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha maupun meningkatkan kesejahteraan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banyumas, Hj. Dwi Asih Lintarti, mengapresiasi konsistensi pelaksanaan Program Desa EKI yang telah berjalan selama empat tahun berturut-turut. Program tersebut sebelumnya dilaksanakan di Desa Pekunden pada 2023, Desa Sudagaran pada 2024, Desa Panembangan pada 2025, dan tahun ini berlanjut di Desa Banjarpanepen.

Menurutnya, Desa Banjarpanepen dipilih karena memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata, namun masih memerlukan penguatan akses terhadap lembaga jasa keuangan. Pemerintah Kabupaten Banyumas, kata dia, terus membangun sinergi bersama regulator, lembaga jasa keuangan, akademisi, media, dan masyarakat agar akses keuangan semakin merata dan mampu meningkatkan produktivitas desa.

"Melalui Program Desa EKI, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan keuangan secara bijak, mengelola keuangan dengan baik, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis berupa bibit cabai dan paket sembako kepada warga Desa Banjarpanepen. Selain itu, dilakukan penyerahan buku tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) kepada siswa sebagai bagian dari upaya menanamkan budaya menabung sejak dini.

Sementara itu, Kepala OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, tingkat literasi keuangan masyarakat perdesaan masih berada di angka 59,60 persen, lebih rendah dibanding wilayah perkotaan yang mencapai 70,89 persen. Sementara indeks inklusi keuangan di wilayah perdesaan tercatat sebesar 75,70 persen, dibandingkan wilayah perkotaan sebesar 83,61 persen.

Menurut Dinavia, kondisi tersebut menjadi dasar penting bagi OJK bersama TPAKD untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui Program Desa EKI.

Selama tahap inkubasi, masyarakat Desa Banjarpanepen akan mengikuti tujuh rangkaian kegiatan yang meliputi edukasi keuangan, pelatihan, pendampingan, hingga bimbingan teknis dari OJK, Bank Indonesia, organisasi perangkat daerah, serta berbagai lembaga jasa keuangan. Materi yang diberikan mencakup edukasi mengenai waspada investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi online, pengelolaan keuangan, perlindungan konsumen, hingga pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran digital.

Selain peningkatan pemahaman keuangan, masyarakat juga akan memperoleh pendampingan dalam pengembangan potensi ekonomi desa agar mampu mengakses pembiayaan produktif secara berkelanjutan. Desa Banjarpanepen sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 5.366 jiwa dengan beragam potensi unggulan.

Di sektor pariwisata terdapat destinasi Bukit Pengaritan, Curug Kelapa, dan Kali Cawang. Sementara sektor ekonomi didukung oleh budidaya durian bawor, produksi gula kelapa kristal, serta komoditas palawija dan hortikultura.

Melalui Program Desa EKI, OJK Purwokerto berharap potensi-potensi tersebut dapat berkembang lebih optimal dengan dukungan akses keuangan yang semakin luas. Ke depan, OJK menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas, lembaga jasa keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....