Laut Cilacap Hadapi Ancaman Overfishing dan Sampah Plastik
- 08 Jun 2026 12:34 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap: Kekayaan sumber daya kelautan di Kabupaten Cilacap dinilai masih sangat besar dan menjadi salah satu penopang utama kehidupan masyarakat pesisir. Namun di balik potensi tersebut, ancaman penangkapan ikan berlebih (overfishing) hingga sampah plastik di laut menjadi tantangan serius yang perlu ditangani bersama.
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Achmad Hadiyanto,S.Kep.Ns.M.M, mengatakan sumber daya perikanan tangkap di wilayah laut Cilacap masih cukup melimpah. Berdasarkan data bidang perikanan tangkap dan statistik terkait, potensi perikanan laut di Cilacap mencapai sekitar 865 ribu ton per tahun.
“Yang paling banyak saat ini adalah ikan tongkol. Namun dengan sumber daya yang luas, tekanan akibat overfishing juga mulai memengaruhi kondisi sumber daya laut di Kabupaten Cilacap,” ujarnya saat wawancara bersama RRI.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam menjaga kelestarian laut Cilacap saat ini tidak hanya berasal dari aktivitas penangkapan ikan yang tinggi, tetapi juga persoalan lingkungan, terutama sampah plastik yang semakin meningkat.
Bertambahnya jumlah penduduk, belum sepenuhnya diimbangi dengan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan pesisir dan laut. Selain itu, aktivitas penangkapan oleh berbagai jenis kapal, baik skala kecil maupun besar, turut memberi tekanan terhadap keberlanjutan sumber daya laut.

Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap saat ini menjalankan berbagai program pelestarian laut dengan melibatkan lintas sektor. Mulai dari dunia pendidikan hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui program “Negeri Segoro”, termasuk kegiatan penanaman mangrove sebagai langkah mengurangi abrasi pantai sekaligus menjaga ekosistem pesisir. Selain itu, perhatian juga diberikan pada pelestarian terumbu karang dan penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan laut.
“Utamanya memang bagaimana kita bisa mengurangi sampah-sampah yang ada di laut,” kata Ahmad.
Keterlibatan masyarakat pesisir dan nelayan juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan laut Cilacap. Dinas Perikanan bersama instansi terkait telah membentuk kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) di kalangan nelayan untuk membantu pengawasan sumber daya laut.
Selain menggandeng Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), edukasi terus dilakukan agar nelayan terlibat aktif dalam menjaga ekosistem laut. Termasuk mencegah praktik-praktik yang berpotensi merusak lingkungan perairan.
Dengan wilayah laut yang sangat luas, bahkan disebut lebih dominan dibanding daratan di Cilacap, keberadaan laut dinilai memiliki peran strategis bagi keberlangsungan ekonomi dan kehidupan masyarakat setempat. Karena itu, Hadi mengajak seluruh masyarakat pesisir untuk bersama-sama menjaga kebersihan laut mulai dari langkah kecil di lingkungan masing-masing.
“Laut menjadi salah satu sumber kehidupan. Mari kita jaga bersama kebersihan lingkungannya, menjaga sumber daya laut yang ada, sebagai warisan bagi anak cucu kita,” ujarnya.
Terakhir Hadi menyatakan bahwa upaya menjaga laut, menurutnya, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci agar kekayaan laut Cilacap tetap lestari dan terus memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....