Srikandi PLN EPI Perkuat Peran Perempuan Pesisir Hadapi Ancaman Bencana
- 31 Jul 2026 13:50 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui program Srikandi Movement: Perempuan Tangguh Bencana memperkuat kapasitas perempuan di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, agar lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat pesisir yang rentan terhadap gempa bumi, tsunami, banjir rob, abrasi, gelombang tinggi, hingga cuaca ekstrem.
Kegiatan ini sekaligus mendukung implementasi Program Desa Tangguh Bencana (Destana) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Inisiatif tersebut merupakan wujud komitmen PLN EPI dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat di sekitar wilayah operasional PLTU Jawa Tengah 2 Adipala melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Juli 2026. Sebanyak 20 perempuan dari Desa Bunton mengikuti rangkaian materi yang mengombinasikan pembelajaran teori, praktik lapangan, simulasi kebencanaan, hingga penguatan kelembagaan kelompok.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengurangan risiko bencana, komunikasi risiko, sistem peringatan dini, pertolongan pertama, evakuasi mandiri, perlindungan kelompok rentan, dukungan psikososial pascabencana, serta penyusunan rencana aksi berbasis masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan, PLN EPI juga menyerahkan perlengkapan tanggap darurat berupa alat keselamatan, perlengkapan P3K, perangkat komunikasi, dan sarana administrasi kelompok untuk mendukung kesiapsiagaan di tingkat komunitas. Program ini diharapkan mampu melahirkan kelompok perempuan yang memiliki kelembagaan kuat, legalitas, rencana kerja, serta mampu bersinergi dengan pemerintah desa, BPBD, dan relawan kebencanaan dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Srikandi PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala dan Srikandi PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cilacap.
Ketua Srikandi PLN EPI yang juga Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menegaskan perempuan memegang peran penting dalam membangun budaya sadar bencana karena menjadi pelindung keluarga sekaligus penggerak kesiapsiagaan di lingkungan sekitarnya.
"Desa Bunton merupakan kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia sehingga memiliki potensi ancaman gempa bumi, tsunami, banjir rob, abrasi, hingga cuaca ekstrem. Karena itu, pengurangan risiko bencana harus dimulai jauh sebelum bencana terjadi melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Kami meyakini bahwa kesadaran dan budaya siaga bencana dibangun pertama kali dari lingkungan keluarga, dengan ibu sebagai pendidik pertama bagi anak-anak. Ketika seorang ibu memahami cara mengenali risiko, menyelamatkan diri, dan melindungi keluarganya, pengetahuan tersebut akan diwariskan kepada generasi berikutnya dan menjadi fondasi terbentuknya masyarakat yang tangguh. Melalui Srikandi PLN EPI, kami ingin memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan yang mampu melindungi keluarga, mengedukasi masyarakat, serta menumbuhkan budaya kesiapsiagaan di tingkat komunitas," ujar Erma.
Erma menambahkan, program tersebut bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi sosial jangka panjang untuk memperkuat kelembagaan masyarakat agar mampu menjadi garda terdepan dalam mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga proses pemulihan pascabencana.
"Kami berharap Kelompok Perempuan Tangguh Bencana dapat berkembang menjadi motor penggerak Desa Tangguh Bencana yang aktif dan mandiri. Pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada diri mereka sendiri, tetapi terus ditularkan kepada keluarga, kelompok PKK, sekolah, dan masyarakat sekitar sehingga budaya sadar bencana semakin kuat serta mampu memperkecil risiko dan dampak ketika bencana terjadi," katanya.
Berdasarkan hasil pemetaan risiko, Desa Bunton termasuk wilayah pesisir yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap abrasi, banjir pesisir, gelombang tinggi, cuaca ekstrem, gempa bumi, dan tsunami. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan risiko korban maupun dampak sosial ketika bencana terjadi. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini diharapkan mampu membentuk masyarakat yang lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai ancaman.
Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, mengapresiasi kontribusi PLN EPI dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir.
"Kami sangat berterima kasih kepada PLN EPI yang telah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Adipala merupakan wilayah dengan potensi ancaman bencana karena terletak di pesisir. Kami berharap kelompok perempuan tangguh ini dapat menjadi garda terdepan dalam melindungi keluarga sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun masyarakat yang semakin siap menghadapi kondisi darurat," ujarnya.
Firdaus berharap kolaborasi antara pemerintah desa, BPBD, PMI, relawan kebencanaan, serta para pemangku kepentingan terus diperkuat agar kelompok yang telah terbentuk dapat menjalankan perannya secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala UPT BPBD Kroya, Edi Purwanto, menilai penguatan kapasitas masyarakat merupakan strategi utama dalam menekan risiko bencana di Kabupaten Cilacap yang memiliki tingkat ancaman tinggi.
"Paradigma penanggulangan bencana saat ini tidak lagi berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi membangun masyarakat yang siap sebelum bencana datang. Salah satu langkah pentingnya adalah meningkatkan kapasitas komunitas, termasuk perempuan yang memiliki peran strategis dalam melindungi keluarga, menyebarluaskan informasi kebencanaan, dan mendukung proses pemulihan masyarakat," katanya.
Ketua Kelompok Perempuan Tangguh Bencana Desa Bunton, Rastiani, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi warga.
"Kami kini lebih memahami potensi bencana di desa kami, mengetahui langkah-langkah evakuasi, pertolongan pertama, hingga cara melindungi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan. Ilmu yang kami peroleh akan kami bagikan kepada keluarga dan masyarakat agar semakin banyak warga Desa Bunton yang siap menghadapi bencana," ujarnya.
Program ini menjadi implementasi komitmen PLN EPI terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial melalui penguatan kapasitas masyarakat, pemberdayaan perempuan, dan pembangunan ketahanan komunitas di sekitar wilayah operasional perusahaan. Selain itu, inisiatif tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 5 tentang Kesetaraan Gender,.
Tujuan 11 mengenai Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta Tujuan 13 terkait Penanganan Perubahan Iklim. Bagi PLN EPI, keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan energi primer yang andal, tetapi juga melalui investasi sosial yang memperkuat ketahanan masyarakat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....