Akademisi Unsoed Ungkap Dua Faktor Penyebab Paus Terdampar di Cilacap
- 01 Agt 2026 13:48 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Dr. Ir. Isdy Sulistyo, DEA., mengungkapkan peristiwa paus terdampar di pesisir Kabupaten Cilacap dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal.
Menurut Prof. Isdy, faktor internal berasal dari kondisi biologis paus itu sendiri, seperti mencari makan, bereproduksi, maupun menghindari predator. Sementara itu, faktor eksternal berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan laut, mulai dari temperatur, arus, hingga gelombang yang dapat memengaruhi pergerakan paus.
"Jadi ada dua faktor. Faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal itu dari dalam diri paus itu sendiri, sementara eksternal itu lingkungan. Duanya berkaitan, tapi mana yang lebih dominan tergantung dari masing-masing," tuturnya kepada RRI, Jumat (31/8/2026).
Ia menjelaskan, setiap kejadian paus terdampar memiliki karakteristik yang berbeda sehingga tidak dapat langsung disimpulkan sebagai indikator adanya perubahan ekosistem laut. Menurutnya, diperlukan kajian lebih mendalam untuk mengetahui faktor yang paling dominan dalam setiap peristiwa.
Perubahan suhu laut, arus, maupun gelombang dapat membuat paus terjebak sehingga kesulitan kembali ke habitatnya. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan paus terbawa arus hingga akhirnya terdampar di kawasan pesisir.
Prof. Isdy menjelaskan, penurunan populasi paus berpotensi memutus rantai makanan di laut. Sebab, paus merupakan salah satu satwa besar yang mengonsumsi plankton sehingga keberadaannya berperan menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Terkait upaya konservasi, Prof. Isdy menilai perlindungan terhadap paus tidak dapat dilakukan hanya dalam lingkup daerah, melainkan harus menjadi perhatian dunia.
"Kalau bicara soal konservasi kita tidak bisa bicara skala kecil seperti Selatan Jawa atau Cilacap, tapi kita harus bicara secara global. Meskipun dia kecil, lingkungan itu kecil, tapi pengaruhnya akan cukup besar," katanya.
Ia menambahkan, saat ini telah terdapat komisi internasional yang mengatur negara-negara yang diperbolehkan melakukan penangkapan paus beserta kuotanya setiap tahun. (Artika).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....