Banyumas Ubah Paradigma, Lansia Bukan Beban Pembangunan
- 07 Jun 2026 20:23 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mendorong perubahan cara pandang terhadap kelompok lanjut usia (lansia). Tidak lagi diposisikan sebagai beban pembangunan, lansia kini dipandang sebagai aset yang memiliki pengalaman, keteladanan, dan potensi untuk tetap berkontribusi di tengah masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang dirangkaikan dengan Gerakan Lansia Sehat di Kompleks Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis (4/6/2026).
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan, tema HLUN tahun ini, “Lansia Mandiri Indonesia Berdaya”, mengandung makna penting bahwa lansia perlu terus diberdayakan agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.
Menurutnya, para lansia memiliki pengalaman hidup, kearifan, serta nilai-nilai keteladanan yang dapat menjadi bekal berharga bagi generasi muda. Karena itu, keberadaan lansia perlu mendapat ruang untuk tetap berperan dalam kehidupan sosial dan pembangunan.
“Lansia bukanlah beban pembangunan, melainkan aset dan sumber inspirasi yang memiliki pengalaman, keteladanan, dan kearifan yang sangat berharga bagi generasi penerus,” kata Lintarti.
Ia menambahkan, setiap lansia berhak menikmati masa tua yang sehat, mandiri, produktif, dan bahagia. Untuk mewujudkannya, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga keluarga.
Pemkab Banyumas, lanjutnya, selama ini telah menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Program tersebut antara lain melalui layanan posyandu lansia, pemeriksaan kesehatan berkala, edukasi perilaku hidup sehat, hingga deteksi dini penyakit.
Lintarti juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan terdekat yang menentukan kesejahteraan lansia. Dukungan dan perhatian dari keluarga dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus menjaga kesehatan mental para lansia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas dr. Dani Esti Novia mengatakan, Gerakan Lansia Sehat digelar untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa lansia merupakan kelompok yang harus diberdayakan, bukan sekadar menerima pelayanan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan mendorong perilaku hidup sehat, meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan lansia.
“Lansia memiliki potensi yang harus terus dijaga dan dikembangkan agar tetap dapat berperan aktif di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan Gerakan Lansia Sehat diikuti sekitar 140 peserta yang terdiri atas kader posyandu lansia dan kelompok senam lansia. Selain senam bersama, peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....