Trans Banyumas Jadi Andalan Lansia dan Pelajar, Warga Harap Layanan Tetap Berjalan
- 04 Agt 2026 11:05 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Isu penghentian layanan Trans Banyumas karena maslah kekurangan dana operasional mendapat perhatian masyarakat. Pengguna berharap transportasi umum tersebut tetap beroperasi karena dinilai masih menjadi sarana yang dibutuhkan untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Salah seorang warga Desa Purwosari, Kecamatan Baturraden, Eli, mengaku memilih menggunakan Trans Banyumas karena tidak memiliki kendaraan pribadi. Menurutnya, keberadaan layanan tersebut sangat membantu, terutama bagi masyarakat lanjut usia yang mengalami keterbatasan mobilitas.
"Kalau bisa diteruskan saja, jangan sampai tidak ada. Karena bisa menolong kita lansia yang tidak punya kendaraan pribadi dan tidak bisa naik motor," ujar Eli kepada RRI, Selasa (4/8/2026).
| Baca juga: Perubahan Cuaca Picu Asma dan Alergi Kambuh |
Pendapat serupa disampaikan Eni, warga Desa Purwosari. Ia menilai Trans Banyumas menjadi pilihan transportasi yang praktis, ekonomis, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Karena itu, ia berharap layanan tersebut tetap dipertahankan agar terus dapat dimanfaatkan, terutama oleh masyarakat yang bergantung pada transportasi umum.
Sementara itu, Vega, mahasiswa asal Ajibarang, mengatakan Trans Banyumas memudahkan mobilitasnya menuju kampus maupun berbagai tujuan lainnya. Menurutnya, keberadaan aplikasi pelacak armada dan tarif khusus pelajar membuat layanan tersebut semakin membantu aktivitas sehari-hari.
Namun, ia menyayangkan apabila Trans Banyumas benar-benar dihentikan karena akan berdampak pada banyak kalangan, termasuk pelajar dan pekerja.
"Sangat disayangkan. Kalau benar-benar berhenti, pasti banyak yang kehilangan. Semoga Trans Banyumas bisa dilanjutkan karena sangat membantu masyarakat sekitar," tutur Vega.
Dari data yang dihimpun, anggaran operasional Trans Banyumas yang ada saat ini hanya cukup membiayai layanan sampai 28 Agustus 2026. Dibutuhkan setidaknya tambahan dana Rp15 miliar agar layanan transportasi publik tersebut tetap berjalan sampai akhir 2026.
Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Muhammad Eka Nugraha menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengusulkan tambahan anggaran dari APBD. Namun, usulan tersebut masih menunggu persetujuan dari pemerintah daerah.
Terlepas dari itu, Eka mengajak masyarakat lebih aktif memanfaatkan layanan Trans Banyumas sebagai upaya mendukung keberlanjutan operasional transportasi publik tersebut. Menurutnya, bahwa semakin tinggi jumlah penumpang, semakin besar pula peluang keberlanjutan layanan Trans Banyumas di masa mendatang.
"Defisit antara biaya operasional dengan pendapatan dari tarif masih cukup tinggi. Karena itu kami berharap masyarakat semakin banyak menggunakan Trans Banyumas agar tingkat okupansi meningkat," kata Eka. (FR/Artika).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....