210 KK di Desa Cingebul Banyumas Kesulitan Air Bersih, Pramuka Peduli Turun Tangan

  • 04 Agt 2026 14:30 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Sebanyak 210 kepala keluarga (KK) di Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, mulai merasakan dampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Menurunnya debit sumber air membuat warga di RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 05 kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Merespons kondisi tersebut, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Lumbir melalui Bidang Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dan Pramuka Peduli bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Citanduy menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak, Senin (3/8/2026).

Penyaluran bantuan dipimpin Sekretaris Bidang Abdimas dan Pramuka Peduli Kwarran Lumbir, Agus Prihatin, S.Pd. Air bersih didistribusikan ke tiga RT di RW 05 Desa Cingebul sebagai upaya membantu warga yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan rumah tangga.

Agus Prihatin mengatakan, Pramuka Peduli berupaya hadir membantu masyarakat ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Menurutnya, bantuan air bersih tersebut memang belum mampu mengatasi seluruh dampak kekeringan, namun diharapkan dapat meringankan beban warga.

"Pramuka harus hadir dan mengambil peran ketika masyarakat membutuhkan. Bantuan ini memang belum menyelesaikan seluruh persoalan kekeringan, tetapi setidaknya dapat meringankan beban warga," ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa (4/8/2026).

Ia menambahkan, kolaborasi dengan BWS Citanduy dan pemerintah desa menjadi bentuk sinergi dalam penanganan dampak kekeringan. Distribusi air bersih akan terus diupayakan selama musim kemarau masih berlangsung dan kebutuhan masyarakat belum terpenuhi.

Bagi warga Desa Cingebul, bantuan air bersih menjadi penopang penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah semakin terbatasnya sumber air. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak kekeringan memerlukan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak.

"Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan peran Pramuka Peduli dalam aksi kemanusiaan. Tidak hanya aktif dalam kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, Pramuka juga dituntut peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan di sekitarnya," tutur Agus.

Melalui kegiatan ini, Pramuka Peduli juga menegaskan perannya tidak hanya dalam pembinaan generasi muda, tetapi juga dalam aksi sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintah, hingga masyarakat, menjadi faktor penting dalam membantu warga menghadapi dampak musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....