DLH Banyumas Dorong Kepedulian Lingkungan dari Mulai Rumah
- 05 Jun 2026 15:14 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas menilai kondisi lingkungan di wilayah Banyumas masih relatif baik.
Tetapi dalam hal ini tetap membutuhkan perhatian dan upaya bersama agar tetap lestari di tengah laju pembangunan dan pertumbuhan penduduk. Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Kabupaten Banyumas, R. Stepanus Sigit, menyampaikan bahwa pembangunan daerah tetap harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan hidup.
“Pembangunan boleh tetap berjalan, tetapi harus ada koridor pelestarian lingkungan hidup supaya lingkungan tidak rusak dan tetap memberi manfaat, baik dari sisi ekonomi maupun keberlanjutan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, secara umum kondisi lingkungan di Kabupaten Banyumas masih cukup baik. Namun, sejumlah tantangan serius tetap menjadi perhatian pemerintah daerah dan masyarakat.
Salah satu persoalan utama adalah pengelolaan sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Keberadaan kawasan pendidikan tinggi di Purwokerto yang menjadi magnet pendatang juga ikut berdampak pada peningkatan volume sampah.
“Semakin banyak penduduk, otomatis produksi sampah juga bertambah. Ini menjadi tantangan besar, termasuk di Banyumas,” katanya.
Selain persoalan sampah, pencemaran lingkungan terutama kualitas air sungai juga menjadi perhatian. Stepanus menjelaskan, kondisi air di kawasan hulu lereng Gunung Slamet masih relatif baik, namun saat memasuki wilayah perkotaan kualitas air mulai mengalami penurunan akibat limbah rumah tangga.
“Di wilayah hulu kualitas air masih bagus, tetapi ketika masuk kota mulai banyak tercemar limbah rumah tangga. Ini menjadi persoalan yang harus ditangani bersama,” katanya.
Tantangan berikutnya adalah dampak perubahan iklim yang kini semakin nyata dirasakan masyarakat. Perubahan pola musim, menurutnya, berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan hingga pertanian.
“Musim sekarang tidak menentu. Yang dulu musim penghujan bisa menjadi kemarau, begitu pula sebaliknya. Dampaknya bisa menyebabkan penyakit hingga gagal panen,” ujarnya.
Dalam memaknai Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Banyumas mengajak masyarakat melakukan langkah sederhana namun berdampak besar, dimulai dari lingkungan rumah masing-masing. Salah satunya dengan memilah sampah organik dan anorganik.
Sampah organik, menurut Stepanus, dapat dikelola menjadi kompos melalui lubang biopori, komposter, maupun metode sederhana seperti pengomposan di lahan terbuka bagi masyarakat pedesaan. Sedangkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan ke bank sampah.
“Bank sampah bisa memberikan manfaat ekonomi. Sedangkan residu sampah lainnya dapat dikelola bersama kelompok swadaya masyarakat dan DLH untuk diolah menjadi RDF sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara,” katanya.
Pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DLH Banyumas juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, mahasiswa, pelajar, hingga pegiat lingkungan untuk lebih aktif menjaga alam.
Stepanus menekankan pentingnya menjaga sumber mata air, sungai, flora, dan fauna agar tetap lestari. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan praktik yang merusak ekosistem seperti menyetrum atau meracun ikan maupun berburu satwa secara berlebihan.
“Kita hidup di bumi ini hanya menumpang, maka tugas kita adalah merawatnya. Mari bekerja untuk iklim mulai dari rumah sendiri, memilah sampah, menjaga sungai dan mata air, demi keberlangsungan hidup generasi mendatang,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....