FPP UMP Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
- 02 Jun 2026 22:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, terutama melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi di sektor pertanian. Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan Stadium Generale yang diselenggarakan Fakultas Pertanian dan Perikanan (FPP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada Jumat (22/5/2026).
Kegiatan bertema “Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan” itu menghadirkan Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Widiastuti, S.E., M.Si., sebagai pembicara utama.
Dekan FPP UMP, Dr. Anis Shofiyani, S.P., M.P., mengatakan generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak kemajuan sektor pertanian Indonesia. Menurutnya, mahasiswa saat ini merupakan generasi petani Gen Z yang akrab dengan teknologi digital dan berbagai inovasi modern.
“Kemampuan tersebut menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan pertanian Indonesia di tengah tantangan ketahanan pangan dan isu lingkungan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa (2/6/2026).
Anis menjelaskan, FPP UMP mengusung visi pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) yang diwujudkan melalui penerapan konsep smart farming atau pertanian presisi. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembangkan sektor pertanian yang produktif sekaligus ramah lingkungan.
“Harapannya nanti kalian bisa mengembangkan sektor pertanian di Indonesia melalui pertanian yang sustainable dengan memanfaatkan smart farming,” katanya.
Selain itu, FPP UMP juga mengembangkan konsep integrated farming atau pertanian terintegrasi yang menghubungkan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dalam satu sistem yang saling mendukung.
Anis menegaskan bahwa peningkatan produksi pertanian tidak boleh mengabaikan aspek kelestarian lingkungan. Karena itu, konsep smart farming yang diterapkan di lingkungan kampus diarahkan untuk menciptakan sistem pertanian yang efisien serta minim limbah atau zero waste.
“Semua aktivitas pertanian kita arahkan tanpa meninggalkan risiko yang bisa merusak lingkungan,” tuturnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Widiastuti, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kedaulatan pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menetapkan delapan program prioritas nasional, yakni kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, pembangunan infrastruktur, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.
Untuk mendukung agenda tersebut, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi. Kebijakan itu juga sejalan dengan rencana pembangunan tujuh pabrik pupuk baru hingga tahun 2029.
“Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 113 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi yang sejalan dengan rencana pembangunan tujuh pabrik pupuk baru hingga tahun 2029,” ujarnya.
Selain kebijakan pupuk, pemerintah juga membangun 14 titik irigasi di berbagai daerah guna meningkatkan produktivitas pertanian dan menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian. Di bidang pengembangan benih, pemerintah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menghasilkan varietas padi unggul seperti Mentik Wangi, Mentik Susu, PL 107, dan PL 105.
Widiastuti menilai regenerasi petani menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menurutnya, generasi muda yang menguasai teknologi dan inovasi pertanian modern memiliki peran besar dalam menjawab tantangan sektor pangan di masa depan.
Ia juga menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan melalui riset dan inovasi, pengembangan sumber daya manusia, pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi lintas sektor, serta edukasi publik.
“Ketahanan pangan adalah terpenuhinya kebutuhan pangan mulai dari tingkat negara hingga perseorangan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional,” ucapnya
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya inovasi dan teknologi pertanian berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....