UMP Dorong Kampus Bangun Budaya Sadar Risiko

  • 04 Agt 2026 20:22 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Pengelolaan risiko dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan keuangan sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi swasta di tengah perubahan regulasi, teknologi, hingga dinamika ekonomi. Karena itu, setiap perguruan tinggi dituntut memiliki sistem manajemen risiko yang terintegrasi dengan tata kelola institusi.

Isu tersebut menjadi fokus dalam Workshop Online bertajuk Peran Manajemen Risiko dalam Keberlanjutan Keuangan Perguruan Tinggi Swasta yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Kegiatan ini diikuti 257 peserta yang terdiri atas pimpinan perguruan tinggi, pengelola keuangan, Satuan Pengendali Internal (SPI), serta bidang perencanaan dan pengembangan dari berbagai perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Mewakili Rektor UMP, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama, Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D., mengatakan perubahan yang terjadi di dunia pendidikan tinggi menuntut setiap institusi memiliki sistem manajemen risiko yang mampu mendukung pengambilan keputusan secara lebih efektif dan adaptif.

"Perubahan regulasi, perkembangan teknologi, dinamika demografi, hingga ketidakpastian ekonomi menjadikan manajemen risiko bukan lagi sekadar instrumen pengendalian, tetapi telah menjadi bagian penting dari strategi institusi dalam menjaga keberlanjutan organisasi," ujarnya.

Menurutnya, manajemen risiko kini bukan lagi sekadar instrumen pengendalian, melainkan bagian dari strategi institusi untuk menjaga keberlanjutan organisasi. Perguruan tinggi yang mampu mengelola risiko secara sistematis akan lebih siap mengidentifikasi berbagai potensi ancaman, mengalokasikan sumber daya secara efektif, serta meningkatkan akuntabilitas kepada para pemangku kepentingan.

"Perguruan tinggi yang mampu mengelola risiko secara sistematis akan lebih siap mengidentifikasi potensi ancaman, mengambil keputusan secara tepat, mengalokasikan sumber daya secara efektif, serta meningkatkan akuntabilitas kepada para pemangku kepentingan. Karena itu, budaya sadar risiko harus dibangun dan diterapkan di seluruh level organisasi," ucapnya.

Workshop menghadirkan anggota Internal Supervisory Board Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya mengintegrasikan manajemen risiko dengan tata kelola perguruan tinggi, pengendalian internal, perencanaan strategis, penyusunan anggaran, hingga proses pengambilan keputusan.

Menurut Dian, penerapan manajemen risiko yang terintegrasi akan membantu perguruan tinggi menjaga keberlanjutan keuangan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah tantangan yang semakin kompleks.

Workshop yang dipandu Dr. Erna Handayani, Ak., CFP., CRP., tersebut juga diisi sesi diskusi interaktif. Para peserta berbagi pengalaman mengenai penerapan manajemen risiko di institusi masing-masing sekaligus mendiskusikan berbagai tantangan dan solusi praktis bersama narasumber.

Melalui kegiatan ini, UMP berharap dapat memperkuat kapasitas perguruan tinggi swasta dalam mengelola risiko sekaligus mendorong kolaborasi antarinstitusi untuk membangun tata kelola yang lebih akuntabel, adaptif, dan berkelanjutan. Penguatan tata kelola tersebut dinilai menjadi investasi penting dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....