KKN UMP Tak Sekadar Mengabdi, tetapi Ciptakan Dampak

  • 05 Agt 2026 20:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Sebanyak 1.391 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) diterjunkan ke berbagai daerah melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. Mengusung konsep KKN Berdampak, para mahasiswa didorong untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.

Ketua Panitia KKN UMP Purnadi mengatakan, program KKN tahun ini tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga dirancang agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai agent of change dengan mengimplementasikan kompetensi yang dimiliki untuk menjawab persoalan di lapangan.

"Harapannya mahasiswa dapat berkontribusi kepada masyarakat sebagai agent of change dan menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang ada di desa, sehingga KKN Berdampak dapat diimplementasikan dengan baik," ujarnya.

Sebanyak 1.391 mahasiswa yang mengikuti KKN terdiri atas 1.225 peserta KKN Reguler, 85 peserta KKN Muhammadiyah Aisyiyah (KKN Mas), 71 peserta KKN Tematik, dan sembilan peserta KKN Internasional. KKN Reguler akan dilaksanakan di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, dan Wonosobo.

Sementara KKN Muhammadiyah Aisyiyah dijadwalkan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang mulai 26 Juli 2026, sedangkan KKN Internasional akan dilaksanakan di Hong Kong mulai 6 Agustus 2026.

Menurut Purnadi, keberagaman skema tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengalaman pengabdian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Selain mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, mahasiswa juga dituntut mampu membangun kolaborasi dengan masyarakat sehingga program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan di setiap lokasi KKN.

Sementara itu, Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar menghasilkan lulusan. Kampus, menurutnya, harus mampu menjadi pusat lahirnya solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Sebagai center of excellence, peran Anda adalah menjadi agent of problem solving, menjadi kreator yang memiliki inovasi, dan itu betul-betul bisa diterapkan di masyarakat," tuturnya.

Ia menjelaskan, seluruh program kerja mahasiswa selama KKN diharapkan mengacu pada lima fokus utama yang disebut sebagai Panca Kehendak Rakyat, yakni pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses, ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan, layanan kesehatan, kepastian hukum, serta kehidupan sosial yang aman, harmonis, dan demokratis.

Menurutnya, apabila program-program tersebut mampu diwujudkan melalui kolaborasi dengan masyarakat, maka KKN UMP tidak hanya mendukung visi Persyarikatan Muhammadiyah sebagai perguruan tinggi yang berdampak, tetapi juga berkontribusi terhadap agenda pembangunan nasional.

"Teman-teman sekalian, KKN hari ini kita lakukan untuk mengejawantahkan visi dan kehendak Persyarikatan Muhammadiyah. Perguruan tinggi keberadaannya mesti menjadi center of excellence dan driving force. Kalau Anda bisa mewujudkan itu, maka KKN UMP sekaligus juga mewujudkan Asta Cita Pemerintah dan harapan Persyarikatan Muhammadiyah," ujar Prof. Jebul.

Prof. Jebul juga mengingatkan agar mahasiswa mengedepankan sikap belajar selama berada di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari kemampuan mahasiswa memahami potensi lokal, membangun kemitraan, dan menghadirkan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

"Jangan datang sebagai orang pintar yang menggurui, tetapi jadilah orang pintar yang mau belajar dan memanfaatkan potensi masyarakat. Mudah-mudahan KKN di mana pun berada akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat dan menjadi pengalaman berharga bagi kalian semua," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....