Mahasiswa UMP Ajak Warga Kebocoran Batasi Konsumsi Garam 5 Gram per Hari

  • 08 Agt 2026 23:01 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengajak masyarakat Desa Kebocoran, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, membatasi konsumsi garam maksimal 5 gram per hari sebagai salah satu upaya mencegah dan mengendalikan hipertensi.

Ajakan tersebut dilakukan melalui program GARDA 5 (Gerakan Sadar Dosis Garam 5 Gram) yang digagas Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (HMPSIK) S1 Fakultas Ilmu Kesehatan UMP dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).

Ketua Tim PPK Ormawa HMPSIK UMP, Katrin Nur Kofiyan, mengatakan pembatasan konsumsi garam menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk membantu menjaga tekanan darah.

"Program ini sekaligus membiasakan diri melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Melalui pendekatan yang sederhana dan mudah diterapkan, masyarakat diajak memahami bahwa pengendalian hipertensi dapat dimulai dari perubahan kebiasaan sehari-hari, seperti mengurangi konsumsi garam dan menerapkan pola hidup sehat," kata Katrin.

Program GARDA 5 menyasar masyarakat berusia di atas 15 tahun. Selain edukasi, mahasiswa melakukan skrining tekanan darah secara berkala dan memberikan pendampingan melalui kader kesehatan desa.

Untuk membantu masyarakat mengontrol penggunaan garam, tim juga menyediakan Salt Monitoring Box. Pemantauan kesehatan diperkuat dengan sistem berbasis QR Code sehingga perkembangan kondisi kesehatan masyarakat dapat dicatat dan dipantau secara berkala.

Katrin mengatakan program tersebut dikembangkan berdasarkan hasil identifikasi lapangan dan data Puskesmas Kedungbanteng yang menunjukkan hipertensi masih menjadi salah satu persoalan kesehatan di Desa Kebocoran.

Upaya pencegahan juga diperluas melalui program GALAKSI (Gerakan Layanan Edukasi Anti Hipertensi). Program ini menjadi media edukasi kesehatan sekaligus terintegrasi dengan Kebun TOGA Anti Hipertensi yang memanfaatkan lahan desa untuk budidaya tanaman obat keluarga.

Penanggung jawab GALAKSI, Chintia Mukhotimah, mengatakan sejumlah kegiatan tersebut dirancang untuk saling mendukung, mulai dari pengendalian konsumsi garam, pemeriksaan kesehatan, edukasi hingga pemanfaatan tanaman obat keluarga.

"Ketiga program tersebut dirancang saling melengkapi guna membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya," ujarnya.

Pelaksanaan program melibatkan Pemerintah Desa Kebocoran, Puskesmas Kedungbanteng, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, serta kader kesehatan, PKK, Karang Taruna dan masyarakat.

Dosen Pembimbing PPK Ormawa HMPSIK S1 UMP, Ns. Latif Hisbulloh, M.Kep., mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa perlu mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus untuk membantu menyelesaikan persoalan kesehatan di lingkungan masyarakat.

"Kami berharap GARDA 5 tidak hanya menjadi program selama pelaksanaan PPK Ormawa, tetapi dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat dan pemerintah desa sebagai upaya berkelanjutan dalam pengendalian hipertensi serta mendukung terwujudnya Desa Sehat," ujarnya.

Program GARDA 5 mulai dijalankan di Desa Kebocoran sejak Juli 2026 dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pihak terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....