BPJS Kesehatan Kebumen Gandeng Media Tingkatkan Literasi Program JKN

  • 02 Jun 2026 17:42 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kebumen – BPJS Kesehatan Cabang Kebumen terus memperkuat kolaborasi dengan insan media guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Media Gathering Tahun 2026 yang digelar pada Selasa (2/6/2026).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menegaskan bahwa media memiliki peran penting. Salah satunya menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif terkait Program JKN kepada masyarakat.

“Media merupakan mitra strategis bagi BPJS Kesehatan. Melalui pemberitaan yang akurat dan edukatif, masyarakat dapat memahami hak, kewajiban, serta berbagai kemudahan layanan yang tersedia dalam Program JKN,” ujar Dina.

BPJS Kesehatan Cabang Kebumen membawahi tiga wilayah kerja, yakni Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Banjarnegara. Hingga saat ini, cakupan kepesertaan JKN di ketiga daerah tersebut telah mencapai angka yang sangat tinggi. Kabupaten Kebumen mencatat cakupan sebesar 98,77 persen, Purworejo 99,74 persen, dan Banjarnegara 98,76 persen.

Menurut Dina, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, badan usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan perlindungan kesehatan yang merata bagi seluruh penduduk.

“Capaian ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan peserta tetap aktif dan memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal,” katanya.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, BPJS Kesehatan terus menghadirkan berbagai inovasi berbasis digital. Selain layanan tatap muka di kantor cabang, peserta kini dapat mengakses layanan melalui PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp), Care Center 165, aplikasi Mobile JKN, hingga layanan berbasis website.

Transformasi digital juga diperkuat melalui aplikasi Mobile JKN yang memungkinkan peserta melakukan pengecekan status kepesertaan, perubahan data, pendaftaran antrean online fasilitas kesehatan, hingga memanfaatkan layanan telehealth yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan.

Tak hanya berfokus pada pelayanan, BPJS Kesehatan juga mendorong upaya promotif dan preventif melalui program Skrining Riwayat Kesehatan. Program ini bertujuan mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini sehingga peserta dapat memperoleh penanganan lebih cepat dan tepat.

“Kami mengajak seluruh peserta JKN untuk rutin memanfaatkan Skrining Riwayat Kesehatan. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius,” jelas Dina.

Selain itu, BPJS Kesehatan turut mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk memastikan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapatkan perlindungan kesehatan melalui kepesertaan aktif dalam Program JKN.

Bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran, BPJS Kesehatan juga menyediakan Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB). Program ini memberikan kemudahan bagi peserta untuk melunasi tunggakan secara mencicil sesuai kemampuan sehingga dapat kembali memperoleh manfaat perlindungan JKN.

“Melalui Program REHAB, kami ingin memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan dan dapat kembali memperoleh perlindungan JKN secara optimal,” tutup Dina.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....