Kembangkan Kampus Toleran, Rektor UMP Raih Cahaya Puhua Award
- 01 Mei 2026 09:57 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Pengakuan atas kiprah di bidang pendidikan multikultural diraih Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Prof. Dr. Jebul Suroso, melalui penghargaan Cahaya Puhua Award. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka peringatan 20 tahun Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan (Puhua School) Purwokerto, Jumat (25/4/2026).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Prof. Jebul Suroso dalam mengembangkan pendidikan yang inklusif, toleran, serta menjunjung tinggi keberagaman budaya dan nilai-nilai multikultural di lingkungan perguruan tinggi.
Penganugerahan berlangsung meriah sebagai bagian dari perayaan dua dekade Puhua School Purwokerto, salah satu institusi pendidikan berbasis multibahasa dan multikultural di Banyumas. Pada kesempatan yang sama, sekolah tersebut juga mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui instalasi 3.024 payung kaligrafi Mandarin (shufa) yang mengangkat tema toleransi, keberagaman, dan pendidikan multikultural.
Prof. Jebul Suroso menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menilai, pendidikan multikultural merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang mampu hidup harmonis di tengah keberagaman.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk seluruh keluarga besar UMP yang terus berkomitmen membangun kampus yang inklusif, toleran, dan terbuka terhadap keberagaman. Pendidikan harus menjadi ruang perjumpaan, bukan sekat perbedaan,” ujar Rektor dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa (28/4/2026).
Ia menegaskan, UMP sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah terus mengembangkan semangat moderasi, toleransi, dan kolaborasi lintas budaya sebagai bagian dari visi pendidikan global.
| Baca juga: UMP Perkuat Ekosistem Riset Bersama BRIN |
“Di tengah dunia yang semakin kompleks, nilai multikulturalisme menjadi sangat penting. Kampus harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan kemanusiaan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengembangan Puhua sekaligus Sekretaris Yayasan Putera Harapan Banyumas, Shanti K. Nugroho, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan 20 tahun berdirinya Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan.
Ia menyebut, penghargaan Cahaya Puhua diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan multikultural di Indonesia.
“Perayaan ini bukan sekadar ulang tahun sekolah, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali nilai toleransi, keberagaman, dan pendidikan inklusif. Penghargaan Cahaya Puhua kami berikan kepada figur yang mampu menjadi inspirasi dalam membangun harmoni sosial melalui pendidikan,” jelasnya.
Shanti menambahkan, instalasi 3.024 payung kaligrafi Mandarin yang berhasil memecahkan rekor MURI juga menjadi simbol persatuan dalam keberagaman, sekaligus merepresentasikan perjalanan panjang Puhua School selama dua dekade dalam menghadirkan pendidikan lintas budaya.
Penghargaan ini semakin menegaskan posisi UMP sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun ekosistem pendidikan berwawasan global, sekaligus tetap berakar pada nilai kebangsaan, toleransi, dan kemanusiaan.
Dengan capaian tersebut, UMP kembali menunjukkan perannya tidak hanya sebagai pusat akademik, tetapi juga sebagai ruang strategis dalam merawat keberagaman dan memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....