Capaian Imunisasi Dasar Lengkap Purbalingga Triwulan I 2026 Lampaui Target

  • 20 Apr 2026 14:27 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, PURBALINGGA – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kabupaten Purbalingga mencatat realisasi capaian imunisasi di Purbalingga melalui program pelayanan imunisasi dasar lengkap bagi bayi, hingga triwulan pertama tahun 2026 telah melampaui target yang ditetapkan.

Penanggung Jawab Program Imunisasi DinkesPPKB Purbalingga, Novita, mengungkapkan bahwa dari total sasaran 9.854 balita pada tahun 2026, sebanyak 2.581 balita telah menerima imunisasi atau terealisasi 26,19 persen hingga bulan Maret.

"Target capaian imunisasi dalam satu tahun ini adalah 95 persen. Seharusnya, pada setiap tiga bulan capaiannya 23,7 persen. Namun, hingga bulan Maret kemarin, kita sudah merealisasikan sebesar 26,19 persen," jelas Novita.

Novita menyebutkan, Pemerintah saat ini menyediakan berbagai macam imunisasi dasar secara gratis, di antaranya Hb0, BCG, DPT (tiga kali), Polio, IPV, Rotavirus, dan Campak yang pelayanannya dapat diakses melalui puskesmas, maupun rumah sakit.

Ia merinci, imunisasi yang dilakukan di rumah sakit umumnya difokuskan pada pemberian vaksin Hb0 yang diberikan kepada bayi hingga usia tujuh hari karena biasanya langsung diikutsertakan setelah persalinan di rumah sakit.

"Sementara itu, puskesmas melayani seluruh jenis imunisasi, termasuk Hb0 bagi puskesmas yang memiliki fasilitas persalinan," terangnya.

"Pelaksanaan imunisasi di tingkat desa, seperti di posyandu, juga berjalan optima dimana di Purbalingga hampir 95 persen pelaksanaan imunisasi di lapangan dilakukan oleh bidan desa," ujarnya.

"Biasanya mereka didampingi oleh petugas puskesmas atau tenaga pendamping (naping) saat pelaksanaan di posyandu," tambahnya.

Meskipun capaian terbilang tinggi, pelaksanaan di lapangan tidak lepas dari sejumlah kendala. Beberapa tantangan yang sering dihadapi antara lain adanya penolakan masyarakat yang didasari oleh alasan kepercayaan atau agama.

"Selain itu, kebijakan penyuntikan ganda—seperti pemberian imunisasi DPT dan PCV sekaligus pada paha kanan dan kiri untuk bayi usia dua bulan—kerap membuat orang tua merasa kurang nyaman," imbuhnya.

"Untuk mengatasi hal ini, tenaga kesehatan di lapangan terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan dan manfaat penyuntikan ganda tersebut," jelasnya

Novita menambahkan untuk memastikan kelancaran dan pencapaian target pelaksanaan imunisasi dasar lengkap, DinkesPPKB Purbalingga melakukan pemantauan secara berjenjang dan ketat.

"Evaluasi dilakukan melalui laporan rutin dari puskesmas setiap awal bulan, kemudian setiap hari Senin, diadakan rapat evaluasi antara Kepala Puskesmas dan Kepala Dinas Kesehatan yang salah satunya khusus membahas capaian imunisasi, Tuberkulosis (TB), dan CKG," katanya lagi.

"Evaluasi program imunisasi juga dilakukan setiap triwulan, yakni dipantau oleh surveilans imunisasi Bidang P2 Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah setiap dua minggu sekali, serta dievaluasi oleh Kementerian Kesehatan setiap bulannya," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....