BPS Purbalingga Sebut Data Basis 2022–2023 Penyebab Bansos Masih Salah Sasaran
- 20 Sep 2026 11:29 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga - Badan Pusat Statistik (BPS) Purbalingga mengungkap penyebab masih sering terjadinya ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial (bansos).Kepala BPS Purbalingga Slamet Romelan menyebutkan, salah satu factor masih sering terjadinya ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bansos adalah data dasar yang digunakan masih berasal dari kondisi sosial ekonomi masyarakat pada 2022–2023.
"Saat ini, penyaluran program bantuan pemerintah mengacu pada kelompok kesejahteraan (Desil) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut merupakan gabungan DTKS Kemensos, P3KE Kemenko PMK, dan Regsosek 2022–2023 yang dipadankan dengan data kependudukan Dukcapil," katanya.
Romelan menjelaskan, jeda antara pengumpulan data dasar dan kondisi masyarakat saat ini menjadi salah satu faktor utama ketidaktepatan penerima bantuan.
"Terkait ketidaktepatan di lapangan, merupakan hal yang wajar terjadi karena basis datanya adalah tahun 2022–2023, sementara kondisi sosial ekonomi masyarakat sangat dinamis," ucapnya.
Romelan menambahkan, proses pemutakhiran data lintas kementerian dan lembaga yang mencakup kondisi terbaru masyarakat saat ini baru mencapai sekitar 33,13 persen."BPS terus melakukan pembaruan DTSEN secara berkala setiap tiga bulan untuk meminimalisasi tingkat ketidaktepatan dalam penyaluran bansos," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....