Relawan Soroti Sampah Plastik di Banyumas, Harap Harga Mahal Picu Kesadaran

  • 15 Apr 2026 09:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Permasalahan sampah plastik di Kabupaten Banyumas dinilai masih menjadi tantangan serius. Volume sampah yang terus meningkat setiap hari, ditambah dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan, membuat penanganannya kian kompleks.

Relawan lingkungan dari BHV Banyumas, Kusworo, mengungkapkan bahwa sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik kerap menumpuk dan sulit diolah kembali. Kondisi ini bahkan kerap menyulitkan petugas kebersihan di lapangan.

“Setiap hari jumlahnya sangat banyak. Karena pembuangan tidak tepat, akhirnya banyak yang tidak bisa diolah kembali,” ujarnya.

Menurut Kusworo, solusi utama dari persoalan ini terletak pada peningkatan kesadaran masyarakat. Edukasi dan sosialisasi dinilai penting agar masyarakat memahami pentingnya memilah dan membuang sampah dengan benar.

Di sisi lain, kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini justru diharapkan membawa dampak positif bagi lingkungan. Kusworo menilai, harga plastik yang lebih mahal dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak dan hemat dalam penggunaannya.

Ia mencontohkan kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari, seperti saat membeli makanan yang bisa menggunakan beberapa lapis plastik sekaligus. Dengan harga yang meningkat, masyarakat diharapkan mulai mengurangi penggunaan berlebihan tersebut.

“Kalau plastik mahal, orang mungkin akan berpikir ulang untuk memakai banyak plastik. Harapannya jadi lebih hemat dan tidak boros,” jelasnya.

Selain itu, kondisi ini juga dinilai dapat mendorong kembali penggunaan produk ramah lingkungan, seperti tas anyaman bambu yang dapat digunakan berulang kali. Bahkan, menurutnya, hal ini berpotensi meningkatkan geliat pelaku UMKM di pedesaan.

Dalam upaya edukasi, relawan BHV Banyumas aktif memberikan contoh langsung kepada masyarakat, seperti membuang sampah pada tempatnya serta rutin menggelar kegiatan bersih sungai bersama instansi terkait yang kini menjadi agenda tahunan.

Namun demikian, Kusworo mengakui masih ada sejumlah kendala di lapangan, terutama rendahnya kesadaran masyarakat. Ia mengaku kerap menjumpai sampah plastik berserakan, bahkan di area sungai dan lokasi memancing.

“Kami sering melihat orang membuang sampah sembarangan, bahkan dari atas jembatan. Ini yang perlu jadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Ia pun berharap, selain kesadaran masyarakat yang tumbuh dari diri sendiri, pemerintah juga dapat memperkuat pengawasan dan penegakan aturan. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan pembuangan sampah liar untuk memberikan efek jera bagi pelanggar.

“Kesadaran itu harus dari hati, bukan karena terpaksa. Tapi kalau ada penegakan aturan, itu bisa membantu mendisiplinkan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....