Mahasiswa KKN UIN Saizu Ajak Siswa Daur Ulang Botol Bekas
- 11 Agt 2026 14:37 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga – Ratusan siswa SMA Negeri 1 Padamara, Kabupaten Purbalingga, tidak hanya belajar tentang gaya hidup berkelanjutan dari buku dan ruang kelas. Mereka diajak langsung menyulap botol plastik bekas menjadi barang yang bermanfaat, sekaligus memanfaatkannya sebagai media bercocok tanam hidroponik.
Sebanyak 287 siswa kelas 10 mengikuti praktik pembuatan hidroponik metode Wick System dan kerajinan berbahan botol plastik bekas, Selasa (11/8/2026).Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi mahasiswa KKN UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Kelompok 041 Desa Padamara dengan SMA Negeri 1 Padamara dalam kegiatan kokurikuler bertema “Gaya Hidup Berkelanjutan”.
Mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengurangi sampah, tetapi juga mengajak siswa melihat bahwa barang yang selama ini dianggap limbah masih dapat memiliki fungsi baru. Dalam praktik hidroponik, siswa diperkenalkan dengan metode Wick System yang menggunakan sumbu sebagai penyalur air dan nutrisi menuju
tanaman. Dengan bahan yang mudah ditemukan, siswa mengikuti tahapan pembuatan mulai dari menyiapkan bahan hingga merakit media tanam.
Koordinator Desa Kelompok 041, Angga, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada praktik, tetapi dapat mendorong siswa menerapkan prinsip 3R, khususnya recycle, dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan saya selaku Kordes Kelompok 41, anak-anak mampu menerapkan prinsip 3R dalam pengelolaan sampah. Sosialisasi dan praktik pagi ini menjadi upaya kami untuk memastikan mereka mampu menerapkan recycle, sehingga ke depannya dapat memberikan dampak positif terhadap pengurangan sampah,” ujarnya.
Setelah praktik hidroponik, siswa kembali berkreasi dengan botol plastik bekas. Botol yang sebelumnya tidak terpakai diubah menjadi tempat alat tulis dan wadah serbaguna. Mulai dari memotong botol, membentuknya, hingga menghias, seluruh proses dilakukan langsung oleh siswa.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui langkah sederhana, bahkan menghasilkan barang yang bisa digunakan kembali. Guru SMA Negeri 1 Padamara, Alip Andriyani, mengatakan keterlibatan langsung membuat siswa lebih antusias dibandingkan ketika hanya mendapatkan materi secara teori.
“Antusiasme siswa semakin meningkat ketika mereka terlibat langsung dalam kegiatan praktik. Kalau sebelumnya saat sosialisasi mereka cenderung hanya mendengarkan dan melihat, sekarang mereka ikut terlibat dan menghasilkan produk yang bisa mereka miliki dan bisa mereka banggakan,” katanya.
Bagi siswa, praktik hidroponik juga membuka wawasan baru bahwa kegiatan bercocok tanam tidak selalu membutuhkan lahan luas.
Siswa kelas 10A SMAN 1 Padamara, Hadian Haria Putra, mengaku tertarik dengan praktik hidroponik karena menawarkan cara berbeda dalam bercocok tanam.
“Kegiatan yang paling menarik bagi saya adalah hidroponik karena bisa menjadi salah satu cara untuk membuat media tanam baru. Dengan hidroponik, kita tidak hanya bercocok tanam menggunakan tanah, tetapi juga bisa memanfaatkan media lain,” tuturnya.
Tidak berhenti di lingkungan sekolah, keterampilan membuat media hidroponik dan kerajinan dari botol bekas diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan di lingkungan keluarga. Sebab, gaya hidup berkelanjutan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Bisa jadi, perubahan justru dimulai dari sebuah botol plastik bekas yang tidak lagi berakhir di tempat sampah. ( Zumrotul Khazanah).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....