Kemarau Rawan Karhutla, BPBD Banyumas Imbau Masyarakat Tak Bakar Sampah
- 11 Agt 2026 14:56 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026 ini. Total luas area yang terdampak mencapai 12,043 hektare dan tersebar di sejumlah wilayah Banyumas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan karhutla tercatat di Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, serta Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja. Kebakaran juga terjadi di Desa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati, dan Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan.
Selain itu, karhutla tercatat di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, Desa Gunungwetan dan Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, serta Kelurahan Purwokerto Kulon, Kecamatan Purwokerto Selatan.
Dia mengatakan BPBD bersama sejumlah instansi terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi meluasnya karhutla selama musim kemarau. Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan TNI, Polri, Perhutani, serta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
“Karhutla sementara di Banyumas kita siap siaga, terutama juga dengan Polri, TNI, Perhutani, dan masyarakat wilayah pinggir hutan. Begitu ada laporan, kita langsung turun ke lokasi bersama-sama. Sementara untuk koordinatornya memang dari Polres untuk yang karhutla,” katanya, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, kecepatan laporan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah api meluas. Karena itu, masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan kebakaran diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau, termasuk tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya.
Dwi Irawan juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar. Langkah tersebut dinilai penting agar kebakaran dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas ke area lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....