Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Selama Ramadan dan Idulfitri

  • 06 Mar 2026 13:09 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Ketersediaan bahan bakar minyak atau BBM selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah dipastikan dalam kondisi aman. Kepastian tersebut disampaikan oleh Pertamina Patra Niaga melalui operasional Kilang Pertamina RU IV Cilacap yang tetap berjalan optimal untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat, terutama saat mobilitas meningkat selama arus mudik dan balik Lebaran.

Area Manager Communication, Relation and CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi dengan mengoperasikan kilang secara maksimal.

“Kami berkomitmen mengoperasikan kilang 24 jam non-stop untuk menghasilkan produk-produk berkualitas dalam rangka memberikan kenyamanan dan keandalan energi bagi masyarakat. Pada masa Ramadhan dan Idul Fitri ini, kebutuhan BBM (Bahan Bakar Minyak) meningkat karena aktivitas mudik dan arus balik,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini kapasitas produksi Kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap mencapai sekitar 348 ribu barel per hari. Dengan kapasitas tersebut, kilang yang merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia itu mampu menyuplai sekitar 33 persen kebutuhan BBM nasional.

Produksi dari kilang ini kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali hingga Nusa Tenggara. Wilayah-wilayah tersebut diperkirakan mengalami peningkatan konsumsi BBM selama periode Ramadan hingga Lebaran.

Agustiawan juga menyinggung kondisi global, termasuk konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, antara Israel, Amerika dan Iran. Menurutnya, hingga saat ini dinamika tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap operasional kilang di Cilacap.

Ia menegaskan bahwa operasional kilang masih berjalan normal dengan kapasitas maksimal.

“Secara saat ini kami bisa pastikan stok BBM sangat aman untuk masyarakat. Tidak perlu panic buying atau khawatir dengan kondisi global yang berkembang,” katanya menegaskan.

Berdasarkan perhitungan internal perusahaan, ketersediaan stok BBM dipastikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga sekitar satu bulan ke depan.

Meski demikian, pihaknya tetap memantau perkembangan pasokan minyak mentah impor yang menjadi bahan baku utama produksi. Apabila terjadi gangguan suplai di tingkat global, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kapasitas pengolahan di kilang.

“Kami berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan secara global sehingga suplai energi kepada masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Dengan operasional kilang yang berjalan optimal serta dukungan sistem distribusi yang lancar, Agustiawan memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan serta perjalanan mudik dan balik Lebaran dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....