Pemandangan Berbeda SPBU di Purwokerto Usai Pertamax Turun Harga
- 04 Agt 2026 10:14 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Pemerintah resmi menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi per 1 Agustus 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Pertamax mengikuti harga global.
Sebelumnnya harga Pertamax sempat menyentuh Rp 16.250/liter. Melalui penyesuaiasn harga, kini menjadi Rp 15.950/liter.
Kabar baik ini berdampak langsung pada antrian SPBU yang relatif jauh lebih tenang. Berbeda ketika saat pengumuman kenaikan BBM Non-subsidi pada 4 Mei 2026 lalu.
Hal ini dirasakan oleh salah satu warga, Hendro merasa senang dengan kondisi ini. Ia mengaku saat kenaikan terjadi, ia terpaksa memilih ikut antre panjang.
“Selama ini kita memang isinya Pertalite. Cuma kalau antrenya panjang dengan selisih cuma Rp 2.000, kita mengalah isi Pertamax. Tapi kemarin selisihnya sampai Rp6.000-Rp7.000, jadi ya terpaksa mau tidak mau ikut mengantre panjang.” ujar Hendro.
Ketenangan sekaligus kenyamanan konsumen telah membuktikan, bahwa sangat berartinya sebuah perbandingan harga dalam kehidupan sehari-hari.
Hendro juga berharap Pertamina lebih responsif dan konsisten dalam menyesuaikan harga BBM retail mengikuti fluktuasi harga minyak dunia tanpa harus menunggu kritik dari masyarakat terlebih dahulu.
Selain itu, ia menyoroti nasib para pengusaha Pertashop di pedesaan yang sempat sepi pembeli akibat perbedaan harga yang terlalu tinggi. Ia menilai penyesuaian harga ini sangat penting agar bisnis para mitra Pertamina di daerah bisa kembali berjalan dengan baik. (Oliv)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....