Targetkan Zero Waste 2029, Banyumas Launching RDF Center

  • 03 Feb 2026 16:10 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi meluncurkan Refuse Derived Fuel (RDF) dan Recycling Center di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sokaraja Kulon pada Selasa (3/2/2026). Fasilitas ini difungsikan sebagai pusat pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif RDF yang siap dipasarkan ke sektor industri.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan bahwa fasilitas ini dihadirkan melalui skema kerja sama antara Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) selaku pengelola TPST dengan pihak swasta.

Menurutnya, kerja sama ini dilakukan karena belum semua TPST di Banyumas mampu memproduksi RDF yang bisa langsung diterima pihak off-taker atau pembeli.

“Kami melakukan rekayasa mesin dan menjalin kerja sama dengan produsen, dalam hal ini PT Gibrig Indonesia bersih,” ucap Sadewo.

Baca juga: Banyumas Targetkan Jadi Sentra Ekspor Gula Kelapa

Dengan peresmian ini, Kabupaten Banyumas sekarang memiliki tiga tempat pengelolaan sampah yang telah dilengkapi alat produksi RDF siap jual. Selain di TPST Sokaraja Kulon, fasilitas ini juga ada di TPST Kedungrandu dan TPS3R Purwanegara.

“Off-taker RDF produksi Banyumas sekarang berasal dari PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Pabrik Cilacap dan PT Sinar Tambang Arthalestari,” ujar Sadewo.

Ke depan, Bupati menargetkan Banyumas memiliki 10 RDF dan recycling center untuk menyempurnakan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi sirkular. Ia optimisitis, dengan upaya ini Banyumas bisa mencapai zero waste (bebas sampah) sebelum 2029.

“Saya yakin sebelum 2029 zero waste di Banyumas bisa terwujud,” tutur Sadewo.

Baca juga: Pemkab Banyumas Jaring Aspirasi untuk Rencana Pembangunan 2027

Sejauh ini, Banyumas telah berhasil mengelola 77 persen timbulan sampah melalui berbagai inovasi. Selain memproduksi RDF, Banyumas juga mengolah sampah menjadi biji plastik kualitas 2 (KW) yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Capaian Banyumas dalam pengelolaan sampah mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono, yang turut hadir dalam kegiatan launching. Ia menilai Banyumas layak menjadi rujukan karena tingkat keberhasilan pengelolaan sampahnya jauh melebihi rata-rata nasional.

“Untuk tingkat nasional pengelolaan sampahnya mungkin sekitar 25 persen, sementara Banyumas mampu mengelola 77 persen. Itu angka yang tinggi,” kata Diaz.

Tidak hanya itu, Diaz turut mengapresiasi keberhasilan Banyumas menerima pendanaan dari United Nations Capital Development Fund (UNCDF) sebesar 150.000 dolar AS (sekitar Rp2,5 miliar) untuk inovasi pengelolaan sampah. Diaz menyebut, Banyumas menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang mendapatkan hibah tersebut.

Baca juga: Pedagang Jalan Vihara Purwokerto Harap Penataan Dilakukan Serentak

“Kota-kota lain di negara ASEAN, seperti Laos, Kamboja, Thailand, dan Malaysia, banyak yang menerima, tetapi di Indonesia hanya Banyumas,” tutur Wamen.

Diaz berharap, sistem pengelolaan sampah di Banyumas bisa ditiru daerah-daerah lain di Indonesia, sehingga semakin banyak kota yang menerima pendanaan internasional untuk program lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat. (FR).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....